Indonesian English

SOSIALISASI TIM PENGAWAL DAN PENGAMANAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN (TP4)

 

Sosialisasi Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan TP4

 

Sosialisasi Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) yang raingkaikan dengan penanda tanganan kerjasama antara Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dilaksanakan di salah satu Hotel di Mataram pada tanggal 26 April 2016.Kepala BWS Nusa Tenggara I, Ir. Asdin Julaidy,MM.MT mengatakan : Mengingat rendahnya penyerapan anggaran baik dari pusatmaupun daerah, yang disebabkan oleh karenanya aparat pemerintah tidak berani dan khawatir melaksanakan proyek pembangunan karena takut bermasalah dan dan diperiksa aparat penegak hukum. Inilah maksud dan tujuannya diadakan acara ini, biar tidak lagi ada rasa takut atau keraguan.
Acara dihadiri oleh seluruh pejabat Struktural,Satuan Kerja (Satker),pejabat pembuat komitmen (PPK), petugas POKJA Unit Lelang dan Pengadaan (ULP) kami berharap dapat :
1. Mengawal, mengamankan dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan.
2. Memberikan pendampingan hukum dalam setiap tahapan program pembangunan dari awal sampai akhir.
3. Melakukan koordiasi dengan aparat pengawasan internal untuk mencegah terjadinya penyimpagan yang berpotensi menghambat, menggagalkan dan menimbulkan kerugian Negara.
4. Bersama – sama melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan dan program pembangann.
5. Melaksankan pecegahan ketika ditemukan bukti permulaan yang yang cukup setelah melakukan koordinasi dengan aparat pengawasan intern pemerintahan tentang terjadinya perbuatan melawan hukum.
Semoga apa yang tertuang dalam Nota Kesepakatan dapat kita implementasikan dan dihormati. Selanjutnya ditindak lanjuti dalam bentuk TIM.

PELATIHAN PETUGAS JURU PINTU AIR DAN JURU PINTU BENDUNGAN (JPA-JPB)

 

PELATIHAN PETUGAS JURU PINTU AIR DAN JURU PINTU BENDUNGAN JPA-JPB

 

BWS Nusa Tenggara I dalam rangka meningkat pengetahuan petugas dilapangan melakukan pelatihan untuk petugas juru pintu air dan juru pintu bendungan. (JPA.JPB) Sehingga ketersediaan air, alokasi dan distribusi air ditingkat petani pemanfaat dpt efektif dan efisien. Demikian fungsional pengairan Ir.Gde Suardiari.MT

BWS NT I DIKUNJUNGI PERUSAHAAN JEPANG

 

BWS NT I DIKUNJUNGI PERUSAHAAN JEPANG

 

Perusahaan Jepang yang bergerak di Bidang Peralatan Pengairan “ TAKUWA COOPORATION melalui representiv martketingnya Junko Wakatsuki. Memberikan Sosialisasi pemanfaatan peralatan di bidang pengairan : Water Level atau Alat Ukur Muka Air. Alat ini memiliki akurasi pencatatan data dengan tingkat deviasi 0,5 %, dapat digunakan untuk deteksi dini banjir, gampang pemeliharaannya, dan dapat dipantau dari mana saja (ada CHIFT Recorder ) penyimpan data. Dengan umur pemanfaatan sampai dengan 15 tahun. Alat ini sudah digunakan di beberapa daerah di Indonesia antara lain : DKI Jakarta. Setelah melakukan kunjungan lapangan di Bendungan pulau Sumbawa : Mamak, Gapit dan Batu Bulan serta di Lombok Batujai, Pengga dan Pandanduri. Alat ini sangat cocok untuk digunakan. Demikian Junko Wakatsuki dihadapan para pengamat dan perencana Bendungan, dan Jaringan Irigasi.
Ditanya mengenai kesannya setelah melihat Bendungan dan Pesona Alam Lombok – Sumbawa Ia mengatakan bahwa apa yang dimiliki NTB saat ini berupa Bendungan, Jaringan Irigasi serta alamnya sangat luar biasa. Wajar Pemerintah bisa merencanakan hasil Pertanian dan pemanfaatan air. Karena didukung oleh ketersediaan air di Lombok aja ada 3 Bendungan besar air sedikit yang langsung ke laut, artinya lama tinggal air didarat itu terjamin apalagi dengan topografinya dan sumber airnya dari danau Segara Anak Rinjani. Sumbawa yang begitu luas saya pertama masuk melihatnya gersang, ternyata dibalik bukitnya sangat indah, sawah – sawah begitu hijau terutama di Bendungan Mamak Sumbawa. Amazing I Can’t believe that but its true.

TKPSDA ACEH STUDY BANDING KE TKPSDA NTB

 

TKPSDA ACEH STUDY BANDING KE TKPSDA NTB

 

Ir. Zainal Abidin Kepala Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) WS Lombok mengatakan bahwa kunjungan TKPSDA Aceh adalah dalam rangka sharing of knewledge atau tukar pengatahuan dan pengalaman. Karena menurut mereka apa resepnya sehingga TKPSDA WS Lombok berhasil juara Nasional, kendatipun Juara II.

Banyak yang mau dipelajari termasuk pengelolaan tingkat konflik kepentingan yang sangat rendah bahkan hampir tidak ada. Sebagaimana diketahui bahwa di WS Lombok ini sungainya strategis nasional. Salah satu lumbung pangan Nasional dan destinasi Wisata nasional maupun Internasional.Bagaimana perencanaan Alokasi Airnya. Dan banyak hal dalam pengelolaan pengairan. Kantor kami di Jl. Airlangga No. 31 Mataram. Tidak hanya Aceh saja semua akan kami layani. Demikian tambahnya.

STUDI PEMBELAJARAN UNIT SISDA BBWS POMPENGAN JENEBERANG

KE BWS NUSA TENGGARA I

 

Hari Kamis 30 September 2016.Rombongan  BBWS Pompengan Jeneberang yang dipimpin oleh Hasrawati Rahim, ST, Sp.1 Kabid PPU BBWS PJ menjelaskan maksud dan tujuan Studi Pembelajaran ke Unit ISDA dan HUMAS BWS NT I untuk saling tukar-menukar  pengalaman dalam pengelolan data dan informasi serta jaringan. Disamping itu melakukan pola koordinasi dengan pihak terkait lainnya.

 

Studi Banding

 

 

Penyerahan cindramata oleh Kabid PPU BBWS PJ Ibu Hasrawati Rahim, ST, Sp.1 kepada Humas BWS Nusa Tenggara I didampingi Kepala UNIT ISDA Irwansyah, ST, M.Eng dilanjutkan dengan kunjungan ke ruang server ISDA dan Unit Hidrologi dan Aloksi Air. Ibu Herawati mengatakan bahwa pengelolaan data dan informasi serta produk unit Alokasi Air Hidrologi dan Kualitas Air serta perangkat pendukung pengelolaanny sangat mumpuni dan patut dijadikan contoh kami akan jalin komunikasi bahkan beberapa SDM akan kami undang khusus untuk sharing pengetahuan dan pengalaman khususnya jaringan.

 

Studi Banding 2

 

Pada Hari Jumat 31 September 2016 rombongan BBWS POMPENGAN JENEBRANG terkesan dengan pola operasi dan peralatan pendukung Bendungan Pengga, berupa pos Hidrologi, Telemetri dan CCTV yang terpasang di bendungan dimaksud. Semuanya sangat mendukung kecepatan data dan informasi. Apalagi dibendungan ada alat pengeruk lumpur atau sidemen. Sistim interkoneksi dan HLD sangat efektif sehingga lama tinggal air di darat terjamin. Kami akan mencoba sistim ini di tempat kami, tentunya diawali dengan study sebagaiman yang dilakukan oleh BWS Nusa Tenggara I. demikian kata robombongan yang diwakili  Affandi Kahar, ST meyampaikan kesan terhadap kunjungannya ke BWS Nusa Tenggara I.

SOSIALISASI RENCANA ALOKASI AIR WILAYAH SUNGAI SUMBAWA

 

 

SOSIALISASI RENCANA ALOKASI AIR WILAYAH SUNGAI SUMBAWA

 

Sosialisasi Rencana Alokasi Air Wilayah Sungai Sumbawa yang berlangsung dari tgl 3-4 Oktober 2016. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh TKPSDA WS Sumbawa. Kepala BWS Nusa Tenggara I, Ir. Asdin Julaidy, MM.MT mengatakan bahwa Perimbangan antara pasokan air dan kebutuhan air Wilayah Sungai (WS) yang tidak berimbang, pesatnya pembangunan dan pengembangan wilayah dapat memicu potensi konflik antar pengguna sumber daya air serta permasalahan lain berupa kerusakan lingkungan di dalam daerah aliran sungai. Oleh karena itu, perlu dibentuk wadah koordinasi, yaitu Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA). 

Tugas TKPSDA WS Sumbawa membantu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam melakukan koordinasi :

 

a. Pembahasan rancangan pola dan rancangan rencana pengelolaan sumber daya air pada Wilayah Sungai Sumbawa guna perumusan bahan pertimbangan untuk penetapan pola dan rencana pengelolaan sumber daya air;

 

b. Pembahasan rancangan program dan rancangan kegiatan pengelolaan sumber daya air pada Wilayah Sungai Sumbawa guna perumusan bahan pertimbangan untuk penetapan program dan rencana kegiatan sumber daya air ;

 

c. Pembahasan usulan rencana alokasi air dari setiap sumber air pada Wilayah Sungai Sumbawa guna perumusan bahan pertimbangan untuk penetapan alokasi air;

 

d. Pembahasan rencana pengelolaan sistem informasi hidrologi, hidrometeorologi, dan hidrogeologi pada Wilayah Sungai Sumbawa untuk mencapai keterpaduan pengelolaan sistem informasi;

 

e. Pembahan rancangan pendayagunaan sumber daya manusia, keuangan, peralatan,dan kelembagaan untuk mengoptimalkan kinerja pengelolaan sumber daya air pada Wilayah Sungai Sumbawa;dan

 

f. Pemberian pertimbangan kepada Menteri mengenai pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada Wilayah Sungai Sumbawa.

 

Fungsi TKPSDA WS Sumbawa menyelenggarakan fungsi koordinasi melalui :

 

a. Konsultasi dengan pihak terkait yang diperlukan guna keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya air Wilayah Sungai Sumbawa serta tercapainya kesepahaman antar sector,antar wilayah dan antar kepentingan;

 

b. Pengintegrasian dan penyelarasan kepentingan antar sektor,antar wilayah serta antar pemilik kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air pada Wilayah Sungai Sumbawa;dan

 

c. Kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air pada Wilayah Sungai Sumbawa.

 

Berdasarkan Kepmen PU No. 46/KPTS/M / 2014 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengelolaan SDA WS Sumbawa anggota TK-PSDA WS Sumbawa berjumlah 50 anggota yang terdiri dari 25 anggota dari unsur Pemerintah dan 25 anggota dari unsur non pemerintah. Demikian sambutannya yang didampingi oleh Kepala Sekretaris TKPSDA WS. Sumbawa : Drs. Abdul Malik dan Kepala Sekretariat TKPSDA Lombok : Ir. Zanal Abidin disalah satu hotel di Kabupaten Sumbawa.

 

 

OJT AIR TANAH DAN AIR BAKU DI NTB

 

OJT PAB PAT

 

Peserta OJT Air Tanah dan dan Air Baku yang berasal dari seluruh Indonesia terkesan dengan keberhasilan Pengelolaan PAT & PAB di NTB. Dasar itulah sehingga OJT di selenggarakan di NTB khusus Lombok atau Lombok Utara. Sebagaimana diketahui bahwa ada beberapa wilayah di Lombok Utara yang mengandalkan air tanah dan air hujan.Air tanah merupakan air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah baik yang berada di daratan maupun di bawah dasar laut, mengikuti sebaran karakteristik tempat keberadaannya yaitu dalam lapisan tanah atau batuan pada Cekungan Air Tanah(CAT).CAT merupakan suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung.Pendayagunaan air bawah tanah merupakan kegiatan pemanfaatan air bawah tanah secara optimal dan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Keberadaan air tanah di Indonesia cukup melimpah, akan tetapi tidak disetiap tempat terdapat air tanah (CAT) tergantung pada kondisi geologi meliputi proses pengendapan dan struktur geologi yang berpengaruh terhadap sifat fisik tanah dan batuan serta curah hujan.

 

Air tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari air secara keseluruhan. Pendayagunaan sumberdaya air didasarkan pada keterkaitan antara air hujan, air permukaan, dan air tanah dengan mengutamakan pendayagunaan air permukaan. Namun dalam hal ini kerusakan dan pencemaran terhadap air tanah akan berakibat luas dengan berdasar bahwa air permukaan bersumber dari air tanah. Oleh karena itu penggunaannya memerlukan proses sebagaimana dilakukan pada kegiatan pertambangan mencakup kegiatan penggalian atau pengeboran, dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Di Nusa Tenggara Barat air tanah dimanfaatkan sebagai sumber air baku dan irigasi berupa sumur bor.Keberadaan air tanah sangatlah bervariasi dan tidak menyebar rata, tergantung pada topografi, geologi bawah permukaan (lapisan pembawa/ aquifer), dan sejarah geologi setiap wilayah. Informasi tentang geologi bawah permukaan merupakan salah satu aspek penting dalam mencari air tanah. Informasi ini meliputi struktur geologi (lipatan, patahan, rekahan), jenis dan sifat fisis batuan. Susunan batuan di bawah permukaan, kedalaman, ketebalan dan distribusinya, termasuk kondisi akuifer pengandung air tanah.

 

Potensi sumber daya air tanah merupakan tingkat kemampuan sumberdaya tersebut bagi kemungkinan untuk dapat dikembangkan pemanfaatannya. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap tingkat potensi air tanah ini, antara lain yang terpenting adalah: 

Faktor Geologi, khususnya yang berkaitan dengan susunan dan ciri litologi batuan bawah-tanah.

Faktor Hidrogeologi, terutama yang berhubungan dengan ciri fisik dan hidrolika lapisan penghantar air (akuifer), khususnya yang berkaitan dengan kedudukan kedalaman akuifer serta poros (permukaan) airtanah dan tingkat keterterusan (transmissivity) atau harga kapasitas jenis (specific capacity) akuifer tersebut serta mutu air yang terkandung didalamnya.

Faktor Kemudahan, khususnya yang berkaitan dengan pencapaian ke lokasi daerah pengembangan berikut kondisi lingkungannya.

 

Potensi air tanah di Nusa Tenggara Barat terdiri dari potensi cekungan air tanah dan sumur bor. Demikian Kepala BWS Nusa Tenggara I, Ir. Asdin Julaidy,MM.MT dihadapan peserta OJT diLombok Utara 25 Juli 2016.

 

 

KUNJUNGAN KOMISI V DPR RI KE EMBUNG LENDANG GALUH PUJUT LOMBOK TENGAH

 

page DPR RI

 

Embung Lendang Galuh terletak di desa Mertak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah
Areal layanan Irigasi potensial sekitar 75 Ha.Disisi kiri dan kanan terbentang sungai Lendang Galuh.kondisi eksisting seluas 5 Hs.Kapasitas tampung bruto 70.528.37 m3 dan kapasitas tampung netto 47.802.48m3 demikian krpsla BWS Nusa Tenggara I menjelaskan dihadapan Ketua Komisi V DPR RI Ir. FARRY DJEMAR FRANCIS.M.MA beserta Anggota.Sementara itu Kapus Air Tanah dan Air Baku Ir. .Dwi Sugianto.MM menambahkan salah satu solusi daerah tadah hujan ato defisit air seperti ini adalah embung dan kata embung itu berasal dari NTB.Kunjungan kerja ini dilaksanakan pada hari jumat 23 September 2016.

Rapat Pengelolaan BMN di Lingkup Direktorat SDA

 

page BMN

 

Sarana dan prasarana sumber daya air merupakan bangunan air beserta bangunan lain yang menunjang kegiatan pengelolaan sumber daya, baik langsung maupun tidak langsung termasuk didalamnya adalah semua sarana dan prasana yang terkait dengan sumber daya air yang meliputi bangunan – bangunan keairan dan peralatannya di antaranya bendungan, embung, irigasi dan barang bergerak lainnya.

 

Provinsi Nusa Tenggara Barat dibagi menjadi 2 Wilayah Sungai (WS) strategis nasional yaitu WS.Lombok yang terdiri dari 197 DAS dan WS Sumbawa terdiri atas 555 DAS berdasarkan Kepres 12 tahun 2012 tentang Wilayah Sungai dan diperbaharui dengan Kepmen PUPR Nomor 4 tentang Penetapan Wilayah Sungai. Tentunya pada kedua WS tersebut terdapat Aset atau Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola oleh BWS Nusa Tenggara I. Bahwa pengelolaan aset atau BMN yang baik adalah merupakan salah satu syarat untuk sebuah Lembaga / Kementerian,Provinsi,Kabupaten/Kota untuk mendapat reword / penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan keuangannya. Dan dipilihnya NTB sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini cukup beralasan, karena BWS Nusa Tenggara I pernah mendapat penghargaan Terbaik II dalam pengelolaan Aset BMN dari Kementerian PU pada tahun 2012 dan dari Kementerian Keuangan pada tahun 2013. Kami selaku masyarakat NTB mengucpkan terima kasih kepada Kementerian PUPR,yang selama ini seringkali menyelenggrakan acara di NTB sebagai tuan rumah penyelenggara acara, sehingga dapat meningkatkan PAD NTB, berupa antara lain :

 

1. Dibidang transportasi baik darat, laut maupun uadara
2. Diabidang perhotelan dan Kuliner dan
3. Produk olahan daerah (oleh-oleh)

 

permohonan maaf kepada para peserta apabila dalam penyambutan ataupun tempat pelaksanaan kurang berkenan.
Kita sadari bahwa perkembangan teknologi begitu cepat, pengelolaan BMN pun mengikuti trend tersebut saat ini masih menggunakan SIMAK BMN ( Sistem Menejemen dan Akutansi Barang Milik Negara ) dalam menginput aset, dan yang terbaru saat ini juga diaplikasikan SIMAN (Sistim Informasi Menejemen Aset Negara) merupakan aplikasi yang digunakan untuk proses pengelolaan aset BMN yang berbasis IT. Harapan kami kepada para peserta agar mengikuti Rapat Kerja Pengelolaan BMN pada satuan Kerja dilingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan penuh semangat, sehingga nantinya dapat di aplikasikan di unit kerja masing – masing.
Kami mengucapkan selamat melaksanakan Rapat Kerja Pengelolaan BMN pada satuan Kerja dilingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air tahun anggaran 2015. Demikian Kepala BWS Nusa Tenggara I Ir. Asdin Julaidy,MM.MT pada Rapat Kerja Pengelolaan BMN di Lingkup Direktorat SDA di Aula Irigasi BWS NT.1 yang berlansung dari 14 -15 November 2015

AUDIT INTERNAL UNIT ISDA BWS NUSA TENGGARA I

 

Audit Internal Isda

 

Unit ISDA BWS Nusa Tenggara I pada hari Rabu 21 Sampai  dengan Kamis 22 September 2016 melaksanakan audit internal.

Petugas audit dari Subdit Informasi dan Data Direktorat Pengembangan jaringan SDA terdiri dari Ardhytia Agus Setiawan Kasi Pengelolaan Data dan Informasi. Oscar Mangha Gessang Auditor dan Tito Arief Zaelani.Sementara Unit ISDA Irwansyah.ST.M.Eng dan Humas BWS NT1 serta didukung para Konsultan Individu.Audit ini dimaksudkan agar unit ISDA beserta sarana prasarana dapat beroperasional secara maksimal.

Kepala Unit ISDA BWS Nusa Tenggara I menambahkan bahwa saran - saran dari Tim Audit akan diperhatikan dan dilaksanakan dan bersyukur Unit ISDA mengalami peningkatan serta terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga unit yang dipimpinnya mendapat predikat tersebut.

Facebook

Twitter

YouTube

Tentang Kami

Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Nusa Tenggara I

Jalan Ahmad Yani No.1 Gerimax Indah
Narmada Lombok Barat - NTB
Indonesia

Situs Terkait

    

 

    

Gallery Foto Terbaru

show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]