Indonesian English

KEGIATAN SOFT COMPONENT BIDANG O & P SDA I DI KATON KOMPLEKS

 

Program Soft Component dalam bidang O & P (Operasi & Pemeliharaan) ini dimaksudkan untuk menyiapkan data Aset Daerah Irigasi, untuk kemudian diolah menjadi informasi pada software PDSDA PAI.

Sedangkan tujuan secara umum kegiatan bidang O & P  ini adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan penilaian dan kinerja oerasi dan pemeliharaan jaringan irigasi masing-masing Daerah Irigasi.
  2. Melakukan berjalan melalui survey inventarisasi aset dengan partisipasi rekan-rekan.
  3. Mengembangkan database Operasi & Pemeliharaan / Asset Manajemen data base (data statis dinamis, kebutuhan perawatan, kebutuhan anggaran dasar, M & E)
  4. Mengembangkan rencana pengelolaan aset yang mencangkup informasi mengenai survey tahunan, dan pengolahan data (SIPAI)
  5. Membantu merencanakan kebutuhan fisik dan keuangan Operasi dan Pemeliharaan tahunan.

Sasaran utama dalam pelaksanaan pekerjaan Operasi & Pemeliharaan ini adalah aset irigasi yang ada di DI Katon Kompleks berupa Jaringan Irigasi dan Kelembagaan yang memiliki kepentingan terhadap aset irigasi seperti P3A, untuk kemudian di data kondisinya kemudian data kondisi aset irigasi tersebut di input kedalam program PDSDA PAI.

Waktu pelaksanaan kegiatan Soft Component BWS Nusa Tenggara I Daerah Irigasi Katon Kompleks ditetapkan selama 8 bulan untuk  Konsultan Individu yang dimulai dari bulan April sampai dengan bulan November 2016.

Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan dalam bidang O & P dari bulan April sampai dengan Bulan Juli yakni sebagai berikut:

  • 1. Koordinasi Mingguan

Kegiatan koordinasi ini dilakukan untuk membahas permasalahan apa saja yang terjadi di lapangan untuk dicari pemecahan masalahnya secara bersama-sama.

Kegiatan Koordinasi 1      Kegiatan Koordinasi 2
Gambar 1. Kegiatan Koordinasi Bersama Setiap Hari Jum’at

  • 2. Koordinasi Dengan Pengamat DI Katon Kompleks

 Koordinasi dengan pengamat DI Katon Kompleks dilakukan untuk mensosialisasikan program Soft Component, dan untuk mendapatkan data-data terkait dengan DI Katon Kompleks seperti Skema Irigasi dll. Melalui kegiatan ini juga ditetapkan jadwal untuk survey awal sebelum melakukan penelusuran Jaringan irigasi. Survey awal dilakukan bersama-sam dengan masing-masing Juru Pengairan untuk mengetahui kondisi dan lokasi bendung yang ada di DI Katon Kompleks.

 
                              Koordinasi dengan pengamat

Gambar 2. Koordinasi Dengan Pengamat DI Katon Kompleks

 

Survey

 

Gambar 3. Survey Awal Bendung Katon Bersama Jupeng Katon Hulu

  • 3. Penelusuran Jaringan Irigasi DI Katon Kompleks

Kegiatan Penelusuran Jaringan Irigasi DI Katon Kompleks dilakukan untuk Mengetahui kondisi aset irigasi yang ada di Katon Kompleks yakni berupa bangunan utama dan bangunan pelengkapnya. Dalam kegiatan ini dilakukan pengambilan titik koordinat dan dokumentasi dari bangunan utama, bangunan pelengkap, dan juga saluran yang ada di DI Katon Kompleks. Kondisi dari setiap aset irigasi tersebut dicatat sebagai laporan ke pihak BWS NT1. Dilakukan juga Estimasi biaya perbaikan jika terjadi kerusakan pada aset irigasi tersebut. Data-data hasil penelusuran tersebut nantinya akan diinput ke dalam program PDSDA PAI.

 

Penelusuran
 

Gambar 4. Penelusuran Jaringan Irigasi DI Katon Kompleks

PELATIHAN MANAJEMEN AIR

TAHUN ANGGARAN 2016 DI MATARAM

 

satu

 

Latar Belakang

 

Manajemen air adalah usaha-usaha menjaga dan mengatur air yang ada di muka bumi ini agar dapat terjaga keberadaannya dan dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Beberapa tahun terakhir, manajemen air menjadi satu isu yang banyak dibahas di berbagai belahan dunia termasuk di negara Indonesia sendiri.

Untuk memenuhi kebutuhan air tawar bersih, secara konvensional masyarakat mendapatkan air dari air sungai, air danau atau mata air. Akan tetapi, jumlah air tawar bersih yang tersedia dari sumber-sumber ini semakin lama semakin berkurang akibat adanya deforestasi, pencemaran air, dan meningkatnya populasi manusia.

Semakin berkurangnya jumlah air di permukaan yang dapat digunakan dibandingkan dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap air tawar bersih terutama dari kalangan industri memaksa dilakukannya pencarian terhadap sumber air tawar bersih yang lain, yaitu dengan melakukan pengeboran sumur untuk mengambil air tanah.

Pengambilan air tanah ini di satu sisi menguntungkan manusia karena masalah kebutuhan air tawar bersih dapat teratasi. Akan tetapi seiring dengan bertambahnya jumlah populasi manusia dan bertambahnya industri-industri yang membutuhkan air sebagai bahan baku produksi membuat pengambilan air tanah semakin kerap terjadi dengan jumlah pengambilan air yang semakin banyak. Hal ini membuat cadangan air tanah yang ada semakin menipis.

Dari kenyataan-kenyataan tersebut, maka diperlukanlah adanya manajemen terhadap air yang ada agar ketersediaan air dan kebutuhan terhadapnya dapat seimbang. Dengan seimbangnya ketersediaan air dan kebutuhan air, maka kekhawatiran terhadap sulitnya air di masa depan dapat dihilangkan.

 

Maksud dan Tujuan

 

Maksud dan tujuan Pelatihan Manajemen Air pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I adalah :

 

- Sebagai dasar agar peserta dapat Mengetahui, memahami dan trampil dalam Pengelolaan Air.

- Meningkatkan Kemampuan Teknis para pegawai dalam rangka tercapainya mutu pekerjaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan untuk meningkatkan kinerja pembangunan Prasarana dan Sarana Dasar Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bidang SDA.

Tujuannya adalah : 

Agar Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dapat memiliki para pegawai yang akuntabilitas dan professional serta dapat bekerjasama di lapangan.

 

Sasaran

 

Sasarannya adalah agar Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dapat menghasilkan pekerjaan yang dapat memenuhi kwalitas dan kwantitas yang diharapkan serta dapat memenuhi fungsi yang efisien dan efektif.

 

Instruktur/Penceramah dan Moderator

Instruktur/Penceramah dan Moderator pada Pelatihan Manajemen Air ini berasal dari :

- Jasa Tirta Learning Center (JTLC) Malang

- BWS Nusa Tenggara I.

Peserta

 

Peserta Pelatihan Manajemen Air adalah pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dan para pengamat pada Dinas PU kabupaten se-NTB yang berjumlah 30 (tiga puluh) orang dengan alokasi sebagai berikut;

 

Satker PJPA Prov NTB                                        1 orang

Satker PJSA Prov. NTB                                       1 orang

Satker BWS NT I                                                 1 orang

Satker Bendungan Prov. NTB                              1 orang

Satker OP NTB                                                    1 orang

Seksi Pelaksanaan                                                1 orang

Seksi Perencanaan dan Program                          1 orang

Pengamat Sungai Jangkok Babak                         1 orang

Pengamat Sungai Renggung Palung                     1 orang

KORDALAP Alokasi Air                                     1 orang

Pengamat Pengairan Kediri Lobar                        1 orang

Pengamat Pengairan Narmada Lobar                   1 orang

Pengamat Pengairan Sesaot Lobar                       1 orang

Pengamat Pengairan Batukliang Loteng               1 orang

Pengamat Pengairan Batukliang Utara Loteng     1 orang

Pengamat Pengairan Kopang Loteng                    1 orang

Pengamat Pengairan Jr.Sate Hilir Loteng             1 orang

Pengamat Pengairan Jr.Sate Hulu Loteng            1 orang

Pengamat Pengairan Jurang Batu Loteng             1 orang

Pengamat Pengairan Batu Jai Loteng                    1 orang

Pengamat Pengairan Mujur II Loteng                   1 orang

Pengamat Pengairan Surabaya Loteng                  1 orang

Pengamat Pengairan Katon Komplek Loteng       1 orang

Pengamat Pengairan Pandanduri Lotim               1 orang

Pengamat Pengairan Tanggik Komplek Lotim     1 orang

Pengamat Pengairan Moyo Sumbawa                  1 orang

Pengamat Pengairan Mamak Sumbawa               1 orang

Pengamat Pengairan Pelaparado Bima                 1 orang

Pengamat Pengairan Rababaka Komplek Bima   1 orang

Pengamat Pengairan Katua Komplek Bima          1 orang

 

 Materi

 

Materi/pokok bahasan atau isue – isue  yang akan disampaikan  dalam pelatihan ini meliputi :

 

- Potensi/Ketersediaan Air

- Kebutuhan Air

- Operasional Persiapan Manajemen Alokasi Air

- Operasional Jaringan Irigasi

- Pengaturan Alokasi Air

-    Pengaturan Air di Waduk dan di Sungai

-    Penyusunan Rencana Alokasi Air Tahunan

- Pemantauan & Pengelolaan Data Kuantitas Air

- Pengendalian Banjir

- Penyusunan Neraca Air

- Pemantauan Kualitas Air

- Pengarahan Kunjungan Lapangan

- Kunjungan Lapangan

- Diskusi Kelompok

- Presentasi Kelompok

 

dua

 

 

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

 

Waktu pelaksanaan Pelatihan ini berlangsung selama 4 (empat) hari mulai tanggal 22 s/d 25 Agustus 2016, bertempat di Hotel Puri Indah Mataram, dengan acara sbb:

 

a. Hari Pertama sampai dengan hari kedua :

 

Pembukaan,Pre Test dan pembekalan materi oleh Penceramah/Instruktur.

 

b. Hari  ketiga sampai dengan hari ke empat:

 

Peninjauan lapangan yang dipandu oleh para instruktur dan didampingi panitia serta dilanjutkan dengan Tanya jawab dan diskusi kelompok hasil dari lapangan yang dilanjutkan dengan presentasi kelompok dan diakhiri dengan Post Test/evaluasi dan Penutupan.

 

Pihak Terkait dan Perannya 

 

Pelatihan Manajemen Air pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I ini melibatkan pihak terkait dengan peran serta sbb:

 

Peserta;

 

Adalah pengamat pengairan yang di usulkan oleh Dinas PU Kabupaten se NTB dan Satuan Kegiatan masing-masing untuk mengikuti Pelatihan Manajemen Air dengan memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditentukan.

 

Penceramah/Instruktur dan Moderator;

 

Adalah Pejabat/Pegawai yang ditunjuk sebagai penceramah/instruktur dan moderator yang memiliki kemampuan yang profesional di bidangnya masing-masing dengan persyaratan yang telah ditentukan dalam memberikan pengarahan, penjelasan, memandu dalam pelaksanaan kegiatan selama pelatihan.

 

Satuan Kegiatan Ketatalaksanaan Satker Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I adalah selaku penyelenggara kegiatan pelatihan dan selaku penyedia dana pelatihan.

 

Panitia;

Adalah Pegawai/petugas yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Barang Balai Wilayah Sungai NT 1 Nomor : 989/KPTS/SAT BWS NT I/2016 tanggal 21 Juli 2016, tentang Penunjukan Panitia, Instruktur, Penceramah dan Moderator Pelatihan Manajemen Air pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Tahun Anggaran 2016.

Tahapan Kegiatan Sidang Pleno 1, TKPSDA WS Lombok

 

Yang Dilaksanakan Tanggal, 11 - 12 April 2016

 

Bertempat di Hotel Golden Palace Jln. Sriwijaya No. 38

Cakranegara, Mataram

 

Pembahasan Pengembangan Infrastruktur Wilayah di WS Lombok dan Dukungan SDA :

 

  1. - Pengembangan Kawasan Strategis di WS Lombok.
  2. - Keterhubungan Pengembangan Infrastruktur SDA dengan Kawasan Strategis.
  3. - Operasional Bendungan Pandanduri dan Rencana Penyediaan Air Bersih untuk Kecamatan Keruak dan Jerowaru.

 

page.jpg

 

Tahapan Kegiatan Sidang Pleno 2, TKPSDA WS Lombok

 

Yang Dilaksanakan Tanggal, 11 - 12 Mei 2016

Bertempat di Hotel Golden Palace Jln. Sriwijaya No. 38

Cakranegara, Mataram

 

Agenda Sidang Pembahasan tentang :

 

  1. - Pengelolaan dan Pengembangan Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
  2. - Regulasi untuk mengatur kebutuhan air minum lintas Kabupaten/Kota di WS Lombok oleh DPD Perpamsi NTB.
  3. - Review Pola Pengelolaan SDA dan Rencana Pengelolaan SDA WS Lombok oleh BWS Nusa Tenggara I

page.jpg

PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNIS PETUGAS OP IRIGASI DAN BENDUNGAN

TAHUN ANGGARAN 2016 DI MATARAM

 

a

 

 

Latar Belakang

 

Pengelolaan irigasi merupakan sektor pembangunan pengairan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pemanfaatan sumber daya air yang kita miliki. Irigasi sendiri sangat penting dalam menunjang produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional, oleh karena itu, pemanfaatannya perlu dikelola dengan baik dan tentu saja dikembangkan sesuai dengan tuntutan dan aspirasi dari masyarakat. Membangun irigasi dan Bendungan pada era otonomi daerah ini mesti punya visi dan sustainable dimana partispasi masyarakat menjadi prinsip dasarnya. dalam membangun dan meningkatkan potensinya. meski Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPERA) diberi kewenangan, di era reformasi ini tentu saja harus ada partispasi masyarakat. 

 

Bendungan disamping memiliki manfaat besar, juga menyimpan potensi bahaya yang besar pula yang dapat mengancam kehidupan masyarakat luas dihilir bendungan. Keruntuhan bendungan dapat menimbulkan banjir besar yang mengakibatkan bencana dahsyat di daerah hilir bendungan. Tugas utama para ahli bendungan adalah mengurangi ancaman tersebut, untuk itu perlu adanya program keamanan bendungan yang harus diberlakukan sejak tahap Penyiapan Desain, Pelaksanaan Konstruksi serta pada masa Operasi dan Pemeliharaan Bendungan.

 

Desain dan pelaksanaan konstruksi harus mampu melahirkan Konstruksi Bendungan yang aman secara struktural, hidrolis serta aman untuk dioperasikan. Walaupun desain dan konstruksi bendungan sudah sangat baik, namun tetap memerlukan pemeliharaan terus menerus agar tetap berfungsi dan bermanfaat. Kegiatan O&P bertujuan untuk menjaga keamanan bendungan tersebut beserta kelestarian fungsinya sehingga bendungan dapat beroperasi dengan aman dan bermanfaat sepanjang umur bahkan dalam kurun waktu yang lebih panjang lagi.

 

Maksud dan Tujuan

 

Maksud dan tujuan Peningkatan Kemampuan Teknis petugas OP Irigasi dan Bendungan pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I adalah :

 

Sebagai dasar agar peserta dapat mengetahui dan memahami aturan-aturan hukum dalam Pengelolaan Jaringan Irigasi maupun       Bendungan.

Meningkatkan Pengetahuan tentang OP Jaringan Irigasi dan OP Bendungan.

 

Meningkatkan pemahaman pegawai selaku pelaksana OP di lapangan dalam rangka tercapainya mutu pekerjaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan untuk meningkatkan kinerja pembangunan Prasarana dan Sarana Dasar Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bidang SDA.

 

Tujuannya Adalah

 

Agar Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dapat memiliki petugas-petugas OP Irigasi maupun Bendungan yang akuntabilitas professional serta dapat bekerjasama dengan para juru pengairan/juru bendung di lapangan.

 

 Sasaran

 

Sasarannya adalah agar Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dapat menghasilkan pekerjaan yang dapat memenuhi kwalitas dan kwantitas yang diharapkan serta dapat memenuhi fungsi yang efisien dan efektif.

 

Instruktur/Penceramah dan Moderator

 

Instruktur/Penceramah dan Moderator pada Pelatihan Peningkatan Kemampuan Teknis Petugas OP Irigasi dan Bendungan ini berasal dari :

 

● Jasa Tirta Learning Center (JTLC) Surabaya

 

● BWS Nusa Tenggara I.

 

Peserta

 

Peserta Peningkatan Kemampuan Teknis Petugas OP Irigasi dan Bendungan adalah pegawai dilingkungan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dan para juru pengairan/juru bending pada Dinas PU kabupaten se-NTB yang berjumlah 30 (tiga puluh) orang dengan alokasi sebagai berikut ;

 

Satuan Kegiatan Irigasi dan Rawa I          1 orang

Satuan Kegiatan Irigasi dan Rawa II         1 orang

Satuan Kegiatan OP SDA I                     1 orang

Satuan Kegiatan OP SDA II                    1 orang

Satuan Kegiatan OP SDA III                   1 orang

Satuan Kegiatan OP SDA IV                   1 orang

Satuan Kegiatan Bendungan I,II,III           3 orang

Dinas PU Kabupaten Lombok Barat        1 orang

Dinas PU Kabupaten Lombok Tengah      8 orang

Dinas PU Kabupaten Lombok Timur        4 orang

Dinas PU Kabupaten Sumbawa               4 orang

Dinas PU Kabupaten Dompu                   1 orang

Dinas PU Kabupaten Bima                       3 orang

 

 

Materi

 

Materi/pokok bahasan atau isue – isue yang akan disampaikan dalam pelatihan ini meliputi :

 

v  Pedoman OP Irigasi

v  Perencanaan Pembagian Air

v  Pelaksanaan Pembagian Air

v  Pengukuran Debit Air

v  Penelusuran Asset Irigasi (PAI)

v  Latihan/praktek Pengukuran Debit

v  Pengisian blanko OP dan Papan Operasi

v  Pedoman OP Bendungan

v  Pengaturan dan Konsepsi Keamanan Bendungan

v  Tatalaksana Operasi Waduk

v  Prosedur Pengisian Blanko Pemeliharaan

v  Tatacara Pengisian Blanko OP dan Blanko Monitoring Kerusakan Bendung

v  Peninjauan Lapangan

v Kerja kelompok/Diskusi Kelompok

v Presentasi kelompok

v  Pre Test/Post Test /Evaluasi Kegiatan.

 

Metoda Pelaksanaan

 

Metode yang digunakan dalam rangka pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Teknis Petugas OP Irigasi dan Bendungan pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I adalah menggunakan Metode Andragogi yakni Metode pembelajaran orang dewasa dengan menggunakan pendekatan teoritis melalui penerapan materi pelatihan, studi kasus dan tanya jawab, dengan media yang digunakan diantaranya; In Fokus/LCD

dan Wire Less.

 

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

 

Waktu pelaksanaan Pelatihan ini berlangsung selama 4 (empat) hari mulai tanggal 30 s/d 02 Mei 2016, bertempat di Hotel Idoop Mataram, dengan acara sbb :

 

a. Hari Pertama sampai dengan hari kedua :

          Pembukaan,Pre Test dan pembekalan materi oleh instruktur.

 

  1.         b. Hari ketiga sampai dengan hari ke empat:
  2.           Peninjauan lapangan yang dipandu oleh para instruktur dan didampingi panitiaserta dilanjutkan dengan Tanya jawab dan diskusi kelompok hasil dari lapangan yang dilanjutkan dengan presentasi kelompok dan diakhiri dengan Post Test/evaluasi dan Penutupan.

 

b

 

 

Pihak Terkait dan Perannya

 

Peningkatan Kemampuan Teknis Petugas OP Irigasi dan Bendungan pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I ini melibatkan pihak terkait dengan peran serta sbb :

 

  1. 1. Peserta;
  2. Adalah petugas OP Irigasi dan Juru Pengairan/Juru Bendung/Petugas OP Bendungan yang di usulkan oleh Dinas PU Kabupaten se NTB dan Satuan Kegiatan masing-masing untuk mengikuti Peningkatan Kemampuan Teknis Petugas OP Irigasi dan Bendungan dengan memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditentukan.

 

  1. 2. Penceramah/Instruktur dan Moderator;
  2. Adalah Pejabat/Pegawai yang ditunjuk sebagai penceramah/instruktur dan moderator yang memiliki kemampuan yang profesional di bidangnya masing-masing dengan persyaratan yang telah ditentukan dalam memberikan pengarahan, penjelasan, memandu dalam pelaksanaan kegiatan selama pelatihan.

 

  1. 3. Satuan Kegiatan Ketatalaksanaan Satker Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I adalah selaku penyelenggara kegiatan pelatihan dan selaku penyedia dana pelatihan.

 

  1. 4. Panitia;
  2. Adalah Pegawai/petugas yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran/Barang Balai Wilayah Sungai NT 1 Nomor : 625/KPTS/SAT BWS NT I/2016 tanggal 16 Mei 2016, tentang Penunjukan Panitia, Instruktur, Penceramah dan Moderator Peningkatan Kemampuan Teknis Petugas OP Irigasi dan Bendungan pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Tahun Anggaran 2016.

 

 

 

 

 

 

 

Halaman 10 dari 22

Facebook

Twitter

YouTube

Tentang Kami

Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Nusa Tenggara I

Jalan Ahmad Yani No.1 Gerimax Indah
Narmada Lombok Barat - NTB
Indonesia

Situs Terkait

    

 

    

Gallery Foto Terbaru

show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]