Indonesian English

KUNJUNGAN KERJA KEPALA BWS NUSA TENGGARA I KE RABABAKA KOMPLEK DOMPU Featured

Rabu, 23 Desember 2015 05:54

Kunker dompu 2015

Sebagai rangkaian kunjungan kerjanya di Pulau Sumbawa Kepala BWS Nusa Tenggara I Ir. Asdin Julaidy, MM., MT pada 11 Desember 2015 berkunjung ke Kabupaten Dompudimana pada saat ini sedang dilaksanakan pembangunan Bendungan Rababaka Komplek, yang terdiri dari Pembangunan Bendungan Tanju dan Mila, Feeder dan Saluran interbasin serta Terowongan Mila – Tanju sepanjang 660 M. Pembangunan Rababaka Kompleks sempat terhambat akibat proses ijin penggunaan hutan dari KemeterianKehutanan, dan Alhamdulillah pada tahun ini semua hambatan tersebut sudah bisa teratasi. Akibatnya aktifitas pembangunan baru bisa dilaksanakan sekitar bulan Oktober 2015, berupa pembangunan Bendungan Tanju yang baru mencapai realisasi fisik sebesar 15 %.

Kunker dompu 2015 d

Berdasarkan capaian tersebut Kepala BWS Nusa Tenggara I, memberikan direksi atau arahan kepada kontraktor pelaksana dan pengawas agar “ Dilaksanakan kerja dengan pola shift ( pagi –siang, siang – malam, bahkan malam, otomatis harus disediakan penerangan untuk segera melakukan koordinasi dengan PLN setempat, penambahan volume tenaga kerja, alat dan material, agar BBM dipastikan selalu tersedia dan alat tersebut di isi BBMnya ketika istirahat atau malam, mobilisasi furniture perkantoran dan basecamp. Selain itu kontraktor dan pengawas perlu memperhatikan kearifan lokal dan selalu   memperhatikan sosial kemasyarakatan. Lokasi Bendungan ini dari ibu Kota Kabupaten sekitar 20 km. Pada saat ini sedang dipacu pembangunan Main Dam ( Spillway).

Kunker dompu 2015 a

Dari Bendungan Tanju perjalanan dilanjut ke Bendungan Mila yang berjarak sekitar 35 km dari lokasi. Perjalanan menuju bendungan Mila berliku, menanjak hingga 30 derajat. Suasana hujan menjadikan perjalanan menuju lokasi menguras energi dan memicu Andrenalin bagaimana tidak jalan kelokasi tersebut dengan melewati beberapa sungai yang sedang banjir. Jalan yang baru dirintis tersebut hanya berupa pengerasan dijadikan arus utama bagi penduduk yang berladang di areal hutan dengan menanam jagung, hamparan yang luas sekitar ribuan hektar. Jalan akses tersebut membantu masyarakat untuk mengangkut hasil peertanian maupun perkebunan.

Kunker dompu 2015 c

Setelah melakukan kunjungan ke lokasi Feeder, Salut Inlet dan Terowongan Mila – Tanju sepanjang 660M, dan saluran inter basin, dilanjutkan perjalanan menuju outlet terowongan Mila menuju saluran terbuka Bendungan Tanju. Perjalanan cukup memicu adrenalin karena suasana hujan jalan becek dan berliku, dan air masih meluap dijalan bebatuan ditambah melewati sungai yang sedang banjir. Syukur saja ketika rombongan lewat banjir menurun. PPK Bendungan Mila, I Ketut Karihartha, ST.MT, menjelaskan bahwa ketika membuka jalan tersebut ditemukan kuburan kuno, yang hanya bersusun batu, yang menjadi aneh adalah pada areal tersebut tidak ada permukiman masyarakat jaraknya sekitar 20 kmdari permukiman warga yaitu desa Saneo, perjalana menuju outlet terowongan Mila sekitar 30 km. Pada kesempatan tersebut Pak Ketut Kari panggilan akrab beliau menjelaskan bahwa sekitar tanggal 15 Desember 2015 HANDAK (bahan peledak) terowongan akan tiba yang kawal langsung oleh ahli peledak dari TNI Republik Indonesia.

Kunker dompu 2015 e

Perjalanan terbayar karena semua lokasi pembangunan Rababaka Komplek dapat dikunjungi. Pada kesempatan itu juga Kepala BWS Nusa Tenggara I, memberikan arahan kepada kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas untuk bersinergi dan selalu berada dilapangan agar kesepakatan dan keputusan dapat segera diambil, ditambahkan juga agar mobilisasi alat perlu dilaksanakan meliputi penambahan volumenya dan penambahan tenaga kerja; agar posko pengamanan menuju lokasi terutama pada base tempat bahan peledak benar – benar dipastikan pengamanannya.

Kunker dompu 2015 b

Setelah dari Rababaka komplek perjalanan dilanjutkan menuju lokasi Embung Tambora Timur yang berada di areal Gunung Tambora sekitar 80 km dari Ibu Kota Kabupaten Dompu. Sebagaimana kita ketahui ditempat ini baru saja dilaksanakan perhelatan akbar yaitu Tambora Menyapa Dunia. Sekitar 100 tahun yang lalu gunung ini menyemburkan lava dan abu vulkanik hingga ke daratan eropa. Ditempat ini sudah berdiri pabrik gula berskala nasional, yang didukung dengan hamparan yang subur bekas letusan Gunung Tambora. Pada hamparan tanah tersebut ditanami tebu ribuan hektar, lokasi transmigrasi dan peternakan yang akan memanfaatkan ampas tebu dan daunnya sebagai pakan ternak. Diatas ketinggian sekitar 1.500 km di atas permukaan laut, dibangun dua unit embung dengan memanfaatkan buangan sumber air Hodo dan tentu juga memanen air hujan. Pembangunan Embung ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air untuk pertanian, peternakan dan perkebunan serta air baku untuk masyarakat transmigrasi di daerah Kadindi, Doro Peti dan Pekat. (Humas&Isda)

Rate this item
(0 votes)
Read 819 times

Facebook

Twitter

YouTube

Calendar

« November 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      

Tentang Kami

Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Nusa Tenggara I

Jalan Ahmad Yani No.1 Gerimax Indah
Narmada Lombok Barat - NTB
Indonesia

Situs Terkait

    

 

    

Gallery Foto Terbaru

show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]