Indonesian English

KEGIATAN GERAKAN PEDULI MITIGASI BENCANA DALAM RANGKA HARI BHAKTI PU KE 72 TAHUN 2017 Featured

Rabu, 29 November 2017 02:33

Batijai Harbak PU 72 1

Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat terutama di wilayah perkotaan, memberikan dampak terhadap peningkatan volume sampah. Sampah yang tidak ditangani dengan baik dari rumah kita masing-masing (hulu) sampai kepada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampai (hilir) berdampak kepada kelestarian lingkungan dan kesehatan.

Gerakan Peduli Mitigasi Bencana yang dilakukan dalam rangka Hari Bakti PU ke-72 mengambil tema “Perlindungan dan Optimalisasi Fungsi Situ, Danau, Embung, Waduk, dan Sumber Air Permukaan lainnya”. Tema ini mengandung makna bahwa saat ini yang menjadi penyebab utama terjadinya bencana alam di Indonesia adalah penyempitan badan air, alih fungsi lahan, sedimentasi, pendangkalan, hilangnya mata air dan pengelolaan sampah yang belum dilaksanakan dengan baik oleh masing-masing individu. 

Batijai Harbak PU 72 2

Perilaku bahwa sampah tidak menjadi masalah selama tidak terlihat di sekitar kita, mengakibatkan Situ, Danau, Embung, Waduk, dan Sumber Air Permukaan lainnya menjadi tempat/wadah sampah. Untuk itulah upaya penanganan sampah, perlindungan dan optimalisasi fungsi air seperti situ, danau, embung serta waduk merupakan hal yang sangat penting dilakukan agar fungsi air yang melimpah tidak menjadi bencana bagi masyarakat Indonesia. Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah, hal ini memberikan dampak yang sangat serius terhadap penurunan daya dukung alam, sehingga berdampak pada kesehatan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. 

Kegiatan Penanganan Sampah dan Penghijauan dalam rangka Gerakan Peduli Mitigasi Bencana ini dipelopori oleh DWP Kementerian PUPR pada Hari Bakti PU yang ke-72 Tahun 2017. Sudah saatnya semangat menanam pohon ada didalam diri kita. Menanam pohon merupakan upaya menyelamatkan bumi kita, menjaga keragaman hayati, menghemat dan menumbuhkan mata air yang baru, dan sudah pasti memberikan oksigen bagi kehidupan. Keberhasilan program penanaman dan pemeliharaan pohon sangat tergantung pada 6T : tepat perencanaan, tepat pemilihan jenis, tepat pembibitan, tepat waktu penanaman, tepat pemeliharaan dan tepat waktu pemanenan. Pemerintah Pusat tidak mungkin berbuat sendiri Harus ada dukungan Pemerintah Daerah, masyarakat luas, begitu pula dunia usaha. Mari kita kelola lingkungan kita bersama sama. 

Batijai Harbak PU 72 3

Ucapan terima kasih secara khusus kami sampaikan kepada Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat dan khususnya Bupati Lombok Tengah dan jajarannya, serta seluruh pihak terkait, atas terselenggaranya kegiatan Penanganan Sampah dan Penghijauan dalam rangka Gerakan Peduli Mitigasi Bencana ini. Semoga upaya kita ini memberikan manfaat dalam peningkatan penyelenggaraan kegiatan Pengelolaan SDA untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat serta mendukung Program Nawacita Pemerintah. Demikian Arahan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI yang disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Lapindo, Ir.Dwi Sugianto,MM. yang hadir beserta ibu. Hadir pula pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Lombok Tengah atau Pejabat Yang mewakili beserta jajaranya;Pimpinan Perguruan Tinggi beserta jajarannya;Pimpinan Instansi Vertikal beserta jajarannya;Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah dilingkungan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah beserta jajarannya;Pimpinan BUMN/ BUMD beserta jajarannya;Mahasiswa dan pelajar, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, serta Komunitas Peduli Sungai, Lembaga swadaya masyarakat dan pemerhati lingkungan, Para Undangan dan Hadirin. 

Sementara itu Kepala BWS NT1, Ir.Asdin Julaidy,MM.MT menyampaikan bahwa Gerakan Peduli Mitigasi Bencana yang dilakukan dalam rangka Hari Bakti PU ke-72 melaksanakan beberapa kegiatan antara lain :

 

a. Penghijauan ( Penanaman Pohon )

Dilaksananakan di Bendungan Pandanduri, Kabupaten Lombok Timur, Batujai Kabupaten Lombok Tengah dan Batu Bulan di Kabupaten Sumbawa.
Adapun jenis bibit pohon yang ditanam pada :
1). Bendungan Batujai terdiri dari tanaman keras seperti pohon Trembesi : 2.100 pohon, Pohon Gaharu :100, Kelokos : 500 pohon, Gemilina : 500 pohon,Sengon =100 pohon, Raju Mas = 100 pohon,Kemiri = 100 pohon , Sentul : 100 pohon, Nangka : 100 pohon, Alpukat :100 pohon dan Kemiri Sunan : 200 pohon. 
2). Bendungan Pandanduri sebanyak 2.100 pohon kemiri Sunan
3). Bendungan Batu Bulan 1.000 pohon. 
Sehingga total penanaman pohon penghijauan tahun 2017 adalah 7.100 pohon.

 

b. Penanganan Sampah.

1. Penanganan sampah berbentuk sarasehan meliputi : pemutaran film persampahan, pemutaran film KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), pembelajaran persampahan yang dipusatkan di Kantor Kelurahan Prapen.
2. Kegiatan peninjauan lapangan ke TPS3R (tempat pengolahan sampah 3R = Reduse,Reuse,Recycle di desa Semparu Lombok Tengah. 

Rate this item
(0 votes)
Read 62 times

Facebook

Twitter

YouTube

Calendar

« January 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        

Tentang Kami

Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Nusa Tenggara I

Jalan Ahmad Yani No.1 Gerimax Indah
Narmada Lombok Barat - NTB
Indonesia

Situs Terkait

    

 

    

Gallery Foto Terbaru

show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]