Indonesian English

Proyek Pandandure Terhambat Pembebasan Lahan

 Mataram (Suara NTB) –

Lima item pekerjaan utama lanjutan megaproyek bendungan Pandandure di Lombok Timur berupa pembangunan tubuh bendung, sadel dam dan induk pintu bendungan serta lainnya yang menurut rencana dibangun tahun ini, rupanya tidak akan segera terwujud. Pasalnya, secara teknis pengerjaan konstruksi dimaksud  masih terhambat pembebasa lahan yang menjadi lokasi pembangunannya.
 
Dari 430 hektar (ha) luas areal genangan bendungan itu, telah dibebaskan sekitar 330 dan sisanya sekitar 100 hektar belum dibebaskan. Dibutuhkan anggaran sekitar Rp 40 miliar untuk membebaskan lahan tersebut. 

“Dari lahan seluas 100 hektar itu sekitar 50 hektarnya (terletak di bagian bawah) menjadi lokasi pembanguanan cover dam dan tubuh bendung, kalau lahannya belum dibebaskan maka tidak bisa dikerjakan,” ungkap Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Ir. Marsono, MM, MT, dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (26/5).
 
Untuk memperlancar pengerjaan beberapa item pekerjaan yang telah disiapkan dana sebesar Rp 200 miliar tersebut pihaknya mendorong agar Pemprov dan Pemkab setempat segera menyelesaikan persoalan ini. Menurut informasi yang ia peroleh dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sendiri, telah dianggarkan dana sebesar Rp 20 miliar untuk pembebasan lahan itu.
 
Selain itu, ia berharap pada waktu pembebasan lahan nanti Pemda berkoordinasi dengan BWS terkait lokasi lahan yang penting dibebaskan dan menjadi lokasi pembangunan item-item penting bendungan. Karena sejauh ini, pihaknya telah menentukan lokasi yang khusus untuk membangun item penting tersebut. “Kalau salah lokasi yang dibebaskan akan menghambat juga,’ tukasnya.
 
Perlunya pembebasan lahan itu menurutnya tidak hanya demi kelancaran pekerjaan konstruksi angunan bendungan itu, namun juga mengantisipasi timbulnya persoalan dikemudian hari. Karena lahan itu juga berkaitan dengan hak masyarakat.
 
Ia sendiri membantah adanya informasi bahwa kontraktor tidak mau bekerja kalau pembebasan lahan itu belum diselesaikan, menurutnya selain lima item pekerjaan induk itu terdapat beberapa pekerjaan kecil yang harus diselesaikan. Seperti menyelesaikan terowongan dan grimbel. Para kontraktor akam berkerja sesuai kontraktor dengan pola multiyears selama tiga tahun.
 
Menyinggung jumlah kontraktor yang sudah masuk penawaran, terdapat sekitar 4 kontrakktor tiga diantaranya BUMN dan  satu kontraktor dari Cina yaitu go operation (GO). Dari empat kontrkraktor ini katanya, akan diseleksi sehingga diperoleh satu kontraktor yang akan mengerjakan proyek senilai Rp 600 milir tersebut. “Sekarang sedang proses evaluasi, kalau nanti lolos akan diajukan lagi ke Menteri PU yang memutuskan karena nilai proyek ini lebih dari 100 miliar,” imbuhnya.
 
Sedangkan terkait progres konstruksi proyek bendungan Pandandure sendiri baru mencapai sekitar 5 persen, tahap awal pembangunan berupa terowongan yang menghabiskan angggaran sekitar Rp 43 miliar sudah mencapai hampir 95 persen. Sisa pekerjaan sekitar 5 persen itu akan dilanjutkan tahun ini dan masuk pada pola multiyears. “Waktu itu kita kembalikan anggaran sekitar Rp 6 milliar karena tidak mampu terserap,” aku Marsono.
Seperti diketahui,untuk pembangunan megaproyek Bendungan Pandandure di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur (Lotim) di atas lahan 430 Hektar ini dihajatkan menopang MP3EI. Megaproyek ini diperkirakan menghabiskan dana Rp 600 miliar lebih, diperkirakan akan mampu menampung air sekitar 27 juta meter kubik. Bendungan inipun akan mampu mengairi lahan kering seluas 12 ribu hektar lebih di daerah selatan. Dengan diairinya lahan kering tersebut akan mengurangi lahan kering seluas 10 ribu lebih di Pulau Lombok. Pemerintah sendiri mengalokasikan anggaran sekitar Rp 236 miliar tahun ini dan  Rp 200 miliar tahun 2013. Ditargetkan sebelum pemilu 2014, bendungan ini harus sudah diselesaikan sehingga Presiden SBY bisa meresmikannya secaa langsung. Dari luas total bendungan itu diperkirakan akan mampu menampung sekitar 27 juta hektar lebih air. Itu artinya, sekitar 10. 350 hektar lahan kering akan bisa diairi. (her)

Sumber : suarantb.com http://www.suarantb.com/2012/05/28/Sosial/detil6%202.html

 

 

 

Last modified on Jumat, 06 Juni 2014 04:11
Rate this item
(0 votes)
Read 131359 times

Facebook

Twitter

YouTube

Calendar

« November 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      

Tentang Kami

Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Nusa Tenggara I

Jalan Ahmad Yani No.1 Gerimax Indah
Narmada Lombok Barat - NTB
Indonesia

Situs Terkait

    

 

    

Gallery Foto Terbaru

show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]