Indonesian English
Arsip Berita

DAK 1

Direktur Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyampaikan bahwa : Pertemuan kali ini dimaksudkan dalam upaya koordinasi dan sinergi penyelenggaraan kegiatan DAK Infrastruktur Bidang Irigasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam kemitraan pengelolaan SDA untuk mendukung Prioritas Nasional Bidang Ketahanan Pangan, dengan cara mempertahankan tingkat layanan, mengoptimalkan fungsi, dan membangun prasarana sistem irigasi yang menjadi kewenangan Provinsi/Kabupaten/Kota khususnya pada daerah lumbung pangan nasional : 18 (delapan belas) Provinsi daerah penghasil padi tertinggi Nasional dan 153 (seratus lima puluh tiga) Kabupaten/Kota sentra produksi beras dengan produksi padi diatas rata-rata produksi padi Kabupaten/Kota se-Indonesia.

DAK 2

Program ketahanan pangan dengan peningkatan produksi beras merupakan tantangan besar bagi kita semua untuk mewujudkannya. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya terobosan dari kita semua untuk mencapai target rehabilitasi jaringan irigasi 3 juta Ha dan pembangunan irigasi baru 1 juta Ha. Dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017, jaringan irigasi yang sudah direhabilitasi melalui dana DAK mencapai 1,44 juta Ha dan Peningkatan jaringan irigasi mencapai 858 ribu Ha. Jika kita asumsikan peningkatan jaringan irigasi tersebut adalah peningkatan kondisi jaringan, yang kegiatannya serupa dengan rehabilitasi, maka total rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah didanai oleh DAK mencapai ± 2,3 juta Ha, yang artinya sudah hampir memenuhi target 3 juta Ha. Untuk pembangunan jaringan irigasi baru dari target 1 juta Ha, baru terbangun 23 ribu Ha saja. Dari tahun 2015 – 2017 pemerintah pusat telah mengeluarkan dana sekitar 13,73 triliyun rupiah untuk kegiatan peningkatan jaringan irigasi dan rehabilitasi jaringan irigasi yang didanai DAK Bidang Irigasi. Namun kondisi jaringan irigasi masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Berdasarkan data dari e-monitoring, untuk kewenangan Kab/Kota, kondisi jaringan irigasi yang rusak sedang dan rusak berat pada tahun 2016 mencapai 35,58% sedangkan tahun 2017 mencapai 35,31% (turun sebesar 0,27%). Untuk kewenangan Provinsi, kondisi jaringan irigasi yang rusak sedang dan rusak berat pada tahun 2016 mencapai 34,05% sedangkan tahun 2017 mencapai 30,82% (turun sebesar 3,23%). Akan tetapi, data tersebut perlu dicek kembali apakah sudah sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Untuk mengetahui kondisi dari jaringan irigasi, perlu dilakukan penilaian kinerja sistem irigasi oleh pemerintah daerah sesuai amanat didalam Permen PUPR No. 30 Tahun 2015 tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi agar kegiatan rehabilitasi dapat lebih tepat sasaran. Dengan adanya penilaian kinerja ini, maka akan didapat data tentang kinerja sistem irigasi setiap daerah irigasi kewenangan Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota yang selanjutnya berguna untuk menyusun program tindak lanjut, apakah daerah irigasi tersebut perlu dilakukan rehabilitasi ataukah hanya perlu dilakukan pemeliharaan. Jika kondisi jaringan irigasinya masih baik, maka diharapkan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk mengalokasikan dana Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi yang memadai agar pelayanan irigasi kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik. Yang disampaikan oleh Direktur Bina Operasi : Ir. Agung Djuhartono,CES. dibagian akhir sambutan beliau menggubah rasa senasib dan sepenanggungan dan tanggung jawa secara vertikal maupun horizontal. Hal ini diutamakan kepada kaum muda untuk lebih bersemangat dan memiliki inovasi sesuai dengan perkembangan teknologi sehingga menyongsong era yang akan datang. 

DAK 3

Sementara itu Kepala BWS Nusa Tenggara I, Ir. Asdin Julaidy,MM.MT dalam sambutan Selamat Datangnya mengatakan bahwa pengelolaan pengairan di NTB yaitu dengan Sistem Interkoneksi dan Suplesi dari daerah basah ke daerah kering (HLD = High Level Diversion) maksudnya pada ketinggian tertentu air dibentung diarahkan ke daerah yang deficit air/kering. Karena sumber air untuk Pulau Lombok di Danau Segara Anak Gunung Rinjani maka air dari Sesaot dan Sungai Babak dipertemukan di Terminal Jurang Sate untuk diarah ke Lombok Barat dan Lombok Tengah dengan nama Jaringan Irigasi Jurang Sate Hilir/Hulu - Batujai. Untuk menampung air ini dan beberapa anak sungai dibuatlah Bendungan Batujai pada tahun 1977. Karena tema kita di NTB pada saat itu Tiada Setitik Air Ke Laut maka untuk menampung limpahan Batujai dibuatlah Bendungan Pengga. Dengan Jaringan Irigasi Pengga – Gebong air diputar agar tidak ke laut. Karena NTB curah hujannya minim sehingga diperbanyak tampungan air berupa embung dan bendungan. Sehingga NTB ini terkenal dengan pulau kecil dengan ribuan embung dan di Lombok ada 3 bendungan : Batujai 1977, Pengga 1991 dan Pandunduri 2011. Dan di Pulau Sumbawa ada 6 Bendungan Mamak 1990, Tiu Kulit 1991, Gapit 1996, Batu Bulan 1997, Sumi 1996 dan Pelaparado 1999. Sehingga wajarlah NTB menyandang predikat sebagai salah satu Provinsi Stok Pangan Nasional khususnya wilayah Timur karena Kinerja Jaringan Irigasi di NTB cukup maksimal dengan kondisi memadai kendatipun butuh peningkatan/rehabilitasi melalui DAK. Dan tidak berlebihan panitia memilih NTB sebagai tempat pelaksanaan Konsultasi Program DAK Infrastruktur Bidang Irigasi. Pada TA 2017 NTB mendapat DAK sebesar Rp.95.563.389 atau Total 1.024.665.877 terdiri dari Bidang Jalan. 799.968.000, Bidang Air Minum 40.801.000, dan Bidang Sanitasi : 31.906.000 dan Perumahan : 56.427.488, semoga TA 2018 bertambah dan meningkat. Dan saat ini sedang dilakukan pembangunan Bendungan Rababaka di Kabupaten Dompu dan Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat. Kedepan ada potensi di Bendungan Rababaka untuk dikembang olahraga Arum Jeram karena ada keunikan yaitu terowongan sepanjang 800 meter dan alam sekitar. Disamping itu NTB memiliki keunggulan lain seperti pesona alam laut maupun flora dan faunanya sehingga ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata dengan label The Best Halal Tourism Destination dan Best Honeymoon Destination. Dan Alhamdulillah dihari pahlawan tahun ini salah seorang Tokoh Kharismatik Tuan Guru Haji Maulana Syech Muhammad Zainuddin Abdul Majid dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Kami berharap kepada para peserta Konsultasi hingga Sosialisasi DAK yang berakhir pada tanggal 17 Nopember 2017 untuk mengunjungi beberapa objek antara lain 3 Gili (Trawangan, Meno dan Air), Otak Kokok dan Taman Narmada serta menikmati kuliner ayam taliwang, plecing kangkung dan tahu tentu jangan lupa dengan keluarga dirumah dengan membawakan oleh – oleh baik kerajinan tenun maupun hasil olahan dari rumput laut. Dalam pelaksanaan Dana Alokasi Khusus bidang Irigasi Wilayah Timur khususnya NTB ini, saya berharap agar dapat mengikuti prinsip pengelolaan Dana Alokasi Khusus antara lain :

 

• Efisien, dalam arti bahwa pelaksanaan dana alokasi khusus harus dapat diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan ; 

• Efektif, dalam arti bahwa pelaksanaan DAK harus sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan dan ditetapkan, sehingga diharapkan akan dapat memberi manfaat yang sebesar besarnya sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan ; 

• Transparan, yang berarti bahwa pelaksanaan DAK ini harus menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan masyarakat dapat mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai pengelolaan Dana Alokasi Khusus ; 

• Akuntabel, yang mengandung arti bahwa pelaksanaan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan baik secara fisik maupun secara administratif ;

• Manfaat, yang berarti bahwa pelaksanaan program / kegiatan ini yang sejalan dengan prioritas nasional yang menjadi urusan daerah dalam kerangka pelaksanaan desentralisasi dan secara riil dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat. 


Kegiatan dilaksanakan di Mataram pada tanggal 14 Nopember 2017 diikuti oleh Dinas PUPR Kota/Kabupaten dan Provinsi se Indonesia Timur : Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua sebanyak 153 Kabupaten/Kota atau sekitar 1.200 peserta dan akan berlangsung dari tanggal 14 – 15 Nopember 2017. 

Published in Berita

Sosialisasi monev 1

Selasa 31 Oktober 2017, Kegiatan Sosialisasi MONEV Kekeringan Dan Banjir diawali oleh sambutan dari Ketua Panitia Zulkaedah ST.MT. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kegiatan Sosialisasi ini adalah agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan dengan maksud agar mengantisipasi kekeringan dan banjir yang akan terjadi. 

Sosialisasi monev 2

Turunnya hujan lebih awal pada tahun ini dikarenakan cuaca ekstrim akibat anomaly atau perubahan suhu muka laut yang berdampak kepada terjadinya hujan. Sosialisasi ini diikuti oleh pengamat sepulau Lombok. Sementara itu Kepala BWS Nusa Tenggara I yang di Wakili oleh Kasi OP, L.Erwin Rusdianta,ST.M.Tech mengatakan bahwa NTB adalah salah Provinsi yang memiliki Kawasan Rawan Bencana Banjir, Longsor dan kekeringan.Dengan meningkatnya frekuensi kejadian banjir pada tahun terakhir, diharuskan  adanya antisipasi yaitu dengan mengurangi dan menimalisir dampaknya, demikian juga dengan pelanggaran pola tanam. 

Semoga diakhir tahun ini dapat dilakukan impounding Rababaka Kompleks yang tentunya akan memiliki dampak signifikan terhadap kekeringan di Kabupaten Dompu demikian juga Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat. Selain untuk mengatasi kekeringan bias juga berguna untuk air irigasi sehigga sector pertanian dapat teratasi.

Published in Berita

Facebook

Twitter

YouTube

Calendar

« November 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      

Tentang Kami

Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Nusa Tenggara I

Jalan Ahmad Yani No.1 Gerimax Indah
Narmada Lombok Barat - NTB
Indonesia

Situs Terkait

    

 

    

Gallery Foto Terbaru

show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]