Indonesian English

Artikel

Kearsipan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I

Sejak diberlakukannya Undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan sebagai penyempurnaan Undang-undang UU. No. 7 tahun 1971 tentang pokok-pokok kearsipan , maka peranan arsip diharapkan bukan lagi hanya sebatas hasil proses samping kegiatan penatausahaan saja namun lebih dari itu, sebagai dasar informasi terhadap program dan pelaksanaan kebijakan serta salah satu tolok ukur dari pelaksanaan kebijakan itu sendiri.

Dengan memperhatikan salah satu ruang lingkup kearsipan menurut Undang-undang Nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan dengan tegas menyebutkan kebijakan pengelolaan arsip secara nasional tentunya disini mengandung makna bahwa perlindungan dan penyelamatan arsip yang tercipta dari kegiatan lembaga Negara dan kegiatan yang menggunakan sumber dana negara dinyatakan sebagai arsip milik Negara, maka sudah barang tentu pula arsip adalah bagian dari asset Negara yang harus dilindungi pula.

Seiring dengan perkembangan dan arah kebijakan pemerintah dalam rangka reformasi birokrasi kedepan peranan arsip sebagai dasar pelayanan informasi publik tentunya menjadi salah satu penilaian kinerja dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan unit kerja masing-masing, sebagaimanaUndang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), pasal 13 menyebutkan :

(1). Untuk mewujudkan pelayanan cepat, tepat, dan sederhana setiap badan publik :

a. menunjuk pejabat pengelola informasi dan dokumentasi ; dan

b. membuat dan mengembangkan istem penyediaan layanan informasi secara cepat, mudah dan wajar sesuai dengan petunjuk teknis standar layanan informasi public secara nasional.

(2). Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dibantu oleh pejabat Fungsional. 

Berdasarkan kedua peraturan perundang-undangan tersebut diatas, sambil menunggu turunan peraturannya serta melihat peran serta Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I yang secara administrative berada di Propinsi Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari 2 (dua) pulau yaitu Pulau Lombok dan Sumbawa, tentunya memiliki kewenangan yang cukup luas sehingga banyak didapat dokumen-dokumen Negara khususnya di bidang Sumber Daya Air sebagai hasil samping proses administrasinya, maka Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I sejak tahun 2008 telah melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai tindaklanjut atas kebijakan tersebut dalam hal melakukan pengelolaan dan perlindungan arsip yakni berupa kegiatan pendataan kearsipan khususnya arsip-arsip dinamis baik arsip aktif maupun in aktif, dengan perkembangan atas hasil pelaksanaan kegiatan terus dilaporkan secara bertahap dan berkala sampai dengan program kegiatan berakhir sehingga diharapkan nantinya output yang dihasilkan dapat menunjang kegiatan pelayanan informasi khususnya di bidang Sumber Daya Air dalam hal ini Sistem Informasi Sumber Daya Air (SISDA).

Sesuai dengan UU No. 43 tahun 2009 tentang kearsipan, arsip dibedakan menjadi : Arsip Statis dan Arsip Dinamis.

Arsip Statis adalah Jadwal Penggunaan bersifat Statis dengan tingkat penggunaan tertentu. Serta dikelola oleh ANRI untuk tingkat Pusat dan Badan Arsip Daerah untuk Propinsi atau Kab/Kota.

Arsip Dinamis adalah Arsip yang Jadwal Penggunaannya masih tinggi dan keberadaannya di Unit-unit pengolah atau di Pencipta Arsip itu sendiri.

Arsip Dinamis dijabarkan menajdi : Arsip Aktif, Arsip In Aktif, dan Arsip Vital.

Arsip Aktip adalah Arsip yang tingkat penggunaannya masih tinggi dan masih dibutuhkan oleh lembaga pencipta arsip itu sendiri.

Arsip In Aktif adalah Arsip yang tingkat penggunaannya sebaliknya di kelola oleh pengelola arsip di lingkungan unit kerja.

Arsip Vital adalah Arsip yang melekat pada organisasinya seperti : Serrtifat, BPKB, Kontrak atau perjanjian, dan Gambar-gambar (Asbuild Drawing).

Adapun daftar pertelaan/pencarian arsip yang tersaji disini adalah daftar pertelaan/pencarian arsip in aktif eks proyek pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1.

Kegiatan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I

KEGIATAN BALAI WILAYAH SUNGAI NUSA TENGGARA I

TAHUN 2011

 

 

Berdasarkan SK.MENTERI PU Nomor: 607/KPTS/M/2010, tanggal, 30 Desember 2010 dan SK.MENTERI Nomor: 07/KPTS/M/2011, tanggal, 19 Januari 2011 serta SK.MENTERI PU Nomor: 17/KPTS/M/2011, tanggal, 19 Januari 2011 Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I terdiri atas 3 (tiga) Satuan Kerja yaitu:

  1. Satuan KerjaBalai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I,
  2. Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air Nusa Tenggara I Provinsi NTB dan
  3. Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Nusa Tenggara I Provinsi NTB.

 

Total Pagu DIPA Tahun Anggaran 2011 Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara yang terdiri dari 3 (tiga) Satker sebesar:  RM = Rp 289.932.369, PHLN = Rp 246.279.139, realisasi rata – rata: RPM = Rp. 246.279.139.000 dan PHLN = Rp. 25.178.510.00. rata – rata  realisasi keuangan = 87,20% dan fisik = 100%, lebih rincian sebagai berikut :kegiatan1

Rendahnya tingkat penyerapan baik RPM maupun PHLN disebabkan oleh keterlambatan revisi DIPA dan pembukaan dana bintang, serta adanya sisa kontrak.

 

 

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Satker Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I terdiri atas 4 (empat) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yaitu: PPK Ketatalaksanaan, PPK Perencanaan dan Program, PPK OP SDA I, dan PPK OP SDA II. Berdasarkan DIPA No. 2125/033-06.1.01/21/2011, tanggal 20 Desember 2010 Satker Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I mendapat beberapa kegiatan dengan pagu sebesar Rp. 69.341.711.00,-. Progres fisik dan keuangan hingga Desember 2011 dapat terealisasi sebesar 92,52 % untuk fisik sedangkan realisasi keuangan 91,01 %.

 

 

 

Berikut juga ditampilkan sasaran strategis dan indikator sesuai dengan hasil pengukuran kinerja dengan acuan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja ( PK ) awal dan akhir sebagai berikut :

 

 

New_Picture_1

 

Mata Air

Mata Air di Wilayah Sungai Lombok dan Wilayah Sungai Sumbawa

 

Sumber daya air adalah air, sumber air, dan daya air yang terkandung di dalamnya. Air merupakan semua air yang terdapat di atas ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat.

Seiring dengan dinamika pembangunan pemanfataan sumber daya air untuk berbagai keperluan semakin meningkat, oleh karenanya perlu dilakukan upaya memelihara dan menjaga keberadaan serta kelestarian sumber-sumber air, terutama mata air.

Potensi ketersediaan air sepanjang tahun sangat berfluktuatif sehingga menyebabkan suplai air tidak dapat kontinyu, bahkan untuk air baku PDAM terjadi penurunan debit pada musim kemarau sampai 50 %.

Pengambilan air bawah tanah dalam jumlah yang besar sering menimbulkan intrusi air laut. Kondisi yang lain, dengan adanya perladangan liar dan penebangan liar di cathment area yang berakibat pada perubahan debit di sumber mata air yang volumenya digunakan PDAM. Belum optimalnya sistem pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) berupa sistem pemeliharaan mata air  dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kuantitas dan kualitas air baku dibeberapa lokasi termasuk di catchment area. 

Jumlah mata Air yang terdata sampai tahun 2012 adalah sebanyak  114 mata air di WS Lombok dan 150 mata air di WS Sumbawa.

untuk lebih jelas lokasi serta nama mata air dapat dilitah di bwah ini :

1. Mata_Air_Lombok_nETDaftar Mata Air Wilayah Sungai Lombok

2. Mata_Air_Sumbawa_NetDaftar Mata Air Wilayah Sungai Sumbawa

Mata Air di WS Sumbawa

PETA SEBARAN MATA AIR WILAYAH SUNGAI SUMBAWA

Mata_Air_Sumbawa_Net

 

DAFTAR MATA AIR WILAYAH SUNGAI SUMBAWA

 NO  NAMA DESA KEC DAS BT LS  DEBIT l/dt 
       1 Buin Pedak Pelat Inter Iwes DAS Sumbawa 117"22"35 -8"32"52                          -
       2 Buin Jeringo Pelat Inter Iwes DAS Sumbawa 117"22"35 -8"32"52                          -
       3 Tiu Tiris Pelat Inter Iwes DAS Sumbawa 117"22"59 -8"32"53                          -
       4 Tiu Kesuang I Pelat Inter Iwes DAS Sumbawa 117"23"28 -8"32"37                          -
       5 Tiu Kesuang II Pelat Inter Iwes DAS Sumbawa 117"23"14 -8"32"26                          -
       6 H. Muh. Said Pelat Inter lwes DAS Sumbawa 117"23"2 -8"32"58                          -
       7 Ai Pancar Soat I Kerekeh Inter Ewes DAS Sumbawa 117"23"36 -8"32"10                          -
       8 Ai Pancar Soat I Kerekeh Inter Iwes DAS Sumbawa 117"23"36 -8"32"11                          -
       9 Pancor Soat III Kerekeh Inter Iwes DAS Sumbawa 117"23"36 -8"32"9                          -
     10 Pancor Selaki I Kerekeh Inter Ewes DAS Sumbawa 117"23"30 -8"32"11                          -
     11 Pancor Selaki II Kerekeh Inter Iwes DAS Sumbawa 117"23"30 -8"32"11                          -
     12 Pancor Selaki III Kerekeh Inter Iwes DAS Sumbawa 117"23"33 -8"32"17                          -
     13 Bako Jorok Inter Iwes DAS Sumbawa 117"24"16 -8"32"48                          -
     14 Kokar Bua Jorok Inter Iwes DAS Sumbawa 117"23"49 -8"32"43                          -
     15 Bukit Semongkat Kelungkung Batu Lanteh DAS Sumbawa 117"20"13 -8"33"17                          -
     16 Buin Getih Plampang Plampang DAS Jompong 117"44"30 -8"45"36                          -
     17 Ai Lompa Labuan Aji Tarano DAS Rea 117"0"13 -8"43"23                          -
     18 Ai Bembe Labuan Aji Tarano DAS Rea 117"0"12 -8"43"19                          -
     19 Al Mual Labuhan Sbw Labuhan Badas DAS Sumbawa 117"23"53 -8"28"27                          -
     20 Sumer Payung I Karang Dima Labuhan Badas DAS Bangkong 117"22"54 -8"28"27                          -
     21 Karantina Badas Karang Dima Labuhan Badas DAS Dauk 117"22"0 -8"28"10                          -
     22 Buin Putang Labuhan Aji Terano DAS Rea 117"0"7 -8"43"6                          -
     23 Pak Acok Labuhan Aji Terano DAS Rea 117"0"2 -8"43"13                          -
     24 Reban Bidang Labuan Jambu Terano DAS Beh 117"6"53 -8"40"10                          -
     25 Sangar Lamenta Empang DAS Boal 117"59"37 -8"47"28                          -
     26 Ai Pakat Lamenta Empang DAS Boal 117"59"37 -8"47"28                          -
     27 Ai Cente Lamenta Empang DAS Boal 117"59"17 -8"48"3                          -
     28 Ai Bua Lamenta Empang DAS Boal 117"59"30 -8"47"20                          -
     29 Ai Mangandar I Lamenta Empang DAS Boal 117"59"9 -8"47"54                          -
     30 Ai Mangandar II Lamenta Empang DAS Boal 117"59"2 -8"47"54                          -
     31 Ai Mangandar III Lamenta Empang DAS Boal 117"59"5 -8"47"54                          -
     32 Ai Nyir I Lamenta Empang DAS Boal 117"58"56 -8"48"7                          -
     33 Ai Nyir II Lamenta Empang DAS Boal 117"58"58 -8"48"15                          -
     34 Ai Nyir III Lamenta Empang DAS Boal 117"58"55 -8"48"19                          -
     35 Buin Batu I Lamenta Empang DAS Boal 117"59"31 -8"47"9                          -
     36 Buin Batu II Lamenta Empang DAS Boal 117"59"33 -8"47"9                          -
     37 Buin Batu III Lamenta Empang DAS Boal 117"59"35 -8"47"9                          -
     38 Ai Maja Lamenta Empang DAS Boal 117"59"14 -8"47"24                          -
     39 Ai Buas Labuan Aji Empang DAS Beh 117"5"3 -8"47"18                          -
     40 Tebil Suka Maju Lunyuk DAS Lamar 117"5"44 -8"58"24                          -
     41 Sepang Suka Maju Lunyuk DAS sepang 117"2"56 -8"58"21                          -
     42 Ai Mual Batu Tering Moyo Hulu DAS Moyo 117"28"5 -8"42"16                          -
     43 Badas Labuan Badas Sbw Besar DAS Dauk 117"22"29 -8"27"55                          -
     44 Ai Kawat Semamung Moyo Hulu DAS Moyo 117"24"36 -8"42"36                          -
     45 Ai Bulu Semamung Moyo Hulu DAS Moyo 117"24"15 -8"38"51                          -
     46 Ai Mata Lito Moyo Hulu DAS Moyo 117"30"1 -8"40"12                          -
     47 Patani Lito Moyo Hulu DAS Moyo 117"29"2 -8"41"50                          -
     48 Buin Bontong Suka Maju Lunyuk DAS sepang 117"3"56 -8"59"40                          -
     49 Sampar Goal Suka Maju Lunyuk DAS Lamar 117"6"15 -8"59"33                          -
     50 Padu Lito Mayo Hulu DAS Moyo 117"29"19 -8"41"42                          -
     51 Ai Mual Lito Moyo Hulu DAS Moyo 117"30"37 -8"42"0                          -
     52 Ai Panan Luk Utan DAS Unter Batuiting 117"18"21 -8"26"44                          -
     53 Ai Mas Luk Utan DAS Unter Batuiting 117"18"20 -8"26"43                          -
     54 Ai Lenang Luk Utan DAS Unter Batuiting 117"18"16 -8"26"36                          -
     55 Ai Punti Rhee Biru Rhee Das Ree 117"13"20 -8"26"32                          -
     56 Beringin Sila Utan Utan Das Utan 117"7"0 -8"27"25                          -
     57 Ai Muncar Motong Alas Das Utan 117"7"29 -8"23"7                          -
     58 Ai Berengeng Motong Alas Das Utan 117"7"37 -8"22"55                          -
     59 Ai Surik Motong Alas Das Utan 117"7"14 -8"23"2                          -
     60 Seketok Marente Beru Alas DAS Dalap 117"2"17 -8"33"21                          -
     61 Sebra Marente Beru Alas DAS Dalap 117"2"21 -8"34"16                          -
     62 Delap Marente Beru Alas DAS Dalap 117"2"20 -8"34"16                          -
     63 Ai Lenek Karang Dima Labuan Badas DAS Sumbawa 117"23"34 -8"28"26                          -
     64 Ai Maja I Mura Taliwang DAS Tanah Merah 117"52"54 -8"45"58                          -
     65 Ai Maja II Mura Taliwang DAS Tanah Merah 117"52"52 -8"45"41                          -
     66 Ai Banyu Mura Taliwang DAS Nangagali 117"52"54 -8"46"19                          -
     67 Ai Tebul Belo Jereweh DAS Lepu 117"50"54 -8"52"30                          -
     68 Ai Mual Belo Jereweh DAS Nangagali 117"50"49 -8"51"43                          -
     69 Pola Mata Belo Jereweh DAS Asmara 117"47"40 -8"52"58                          -
     70 Ai Palman I Sejari Plampang DAS Nangagali 117"45"15 -8"46"46                          -
     71 Ai Palman II Sejari Plampang DAS Nangagali 117"44"15 -8"47"10                          -
     72 Laninu Ranggo Pajo DAS Labalaju 118"28"57 -8"36"3                 20,00
     73 Lantana I Ranggo Pajo DAS Labalaju 118"29"7 -8"36"31                   1,50
     74 Lantana II Ranggo Pajo DAS Labalaju 118"28"33 -8"35"35                   1,00
     75 Lapadi  I Lapadi Pajo DAS Lo 118"22"22 -8"23"22                   1,50
     76 Lagara Katua Dompu DAS Labalaju 118"29"14 -8"30"27                   2,00
     77 Kimbi Kandai Dompu DAS Labalaju 118"29"32 -8"33"10                 75,00
     78 Nae Banggo Manggalewa DAS Labalaju 118"27"36 -8"33"20                 65,00
     79 Kawinda Banggo Manggalewa DAS Kambu 118"17"34 -8"33"5                   0,10
     80 Benco Banggo Manggalewa DAS Kambu 118"17"31 -8"33"23                   0,20
     81 Prama Buna Woja DAS Tarei 118"22"31 -8"33"23                   1,50
     82 Felli Matua Woja DAS Tarei 118"22"9 -8"32"27                   1,00
     83 Mbuju I Mbuju Kilo DAS Mbuju 118"20"8 -8"22"5                   0,02
     84 Mada Nini Kramat Kilo DAS Enca 118"23"5 -8"21"33                   3,00
     85 U'a Enca Klio DAS Tarei 118"23"4 -8"35"7                   2,00
     86 Telaga I Sirkilo Klio DAS Nangga 118"23"16 -8"19"59                   0,00
     87 Telaga II Sirkilo Klio DAS Nangga 118"23"16 -8"19"59                   0,01
     88 Kata ' Ba  I Woko Pajo DAS Depa 118"28"41 -8"39"49                   1,50
     89 Kata ' Ba  II Woko Pajo DAS Depa 118"28"10 -8"39"48                   1,50
     90 Rora Rora Dompu DAS Depa 118"28"41 -8"39"48              125,00
     91 Donggo Matua Woja DAS Tarei 118"22"9 -8"32"27                   2,00
     92 Mila Desa Bou Kempo DAS Labalaju 118"29"17 -8"30"5                   1,00
     93 Duli Desa Bou Kempo DAS Kempo 118"15"14 -8"30"0                   0,30
     94 Hodo Hodo Pekat DAS Hodo 118"49"54 -8"27"1                 12,00
     95 Ejo I Doropeti Pekat DAS Doropeti 117"49"19 -8"21"2                 15,00
     96 Karano Doropeti Pekat DAS Doropeti 117"49"19 -8"20"57                 35,00
     97 Wau'   II Doropeti Pekat DAS Doropeti 117"49"29 -8"20"39                   3,00
     98 Wau'   III Sorinomo Pekat DAS Kancone 117"49"28 -8"18"7                   0,50
     99 Wau'   IV Sorinomo Pekat DAS Walunanga 117"49"27 -8"18"7                   0,30
  100 Nangakara I Doropeti Pekat DAS Kancone 117"48"4 -8"18"54                   1,50
  101 Nangakara II Doropeti Pekat DAS Kancone 117"48"4 -8"18"54                 25,00
  102 Kadindi  I Kadindi Pekat DAS Nangamino 117"45"56 -8"11"55              125,00
  103 Kadindi  II Kadindi Pekat DAS Nangamino 117"45"56 -8"11"55                   9,00
  104 Kadindi  III Kadindi Pekat DAS Nangamino 117"45"56 -8"11"55                 11,00
  105 Dola Nipo Pancasila Pekat DAS Nangamino 117"45"56 -8"11"54                   0,05
  106 Pancasila Pancasila Pekat DAS Nangamino 117"48"45 -8"11"19                   0,03
  107 Latonda Latonda Pekat DAS Nangamino 117"48"45 -8"11"19              356,00
  108 Calabai Dermaga Calabi/PT Pekat DAS Nangamino 117"45"56 -8"11"55                   0,02
  109 OI Wobo Maria Wawo DAS Tenawu 118"31"19 -8"50"31                   5,00
  110 Wontu Maria Wawo DAS Depa 118"31"19 -8"41"19                   1,50
  111 Kabanta PDAM Nungga Rasa Na'I DAS Palaparado 118"32"25 -8"42"25                 35,00
  112 O'I Wontu Sorontu Rasa Na'I DAS Rontu 118"44"54 -8"29"15                   2,00
  113 O'I Sii ( PDAM) Rontu Rasa Na'I DAS Rontu 118"44"54 -8"29"49                   2,00
  114 O'I Fo'o Rontu Rasa Na'I DAS Rontu 118"44"49 -8"29"13                   1,00
  115 O'i Mila Wora Wera DAS Nangawera 118"52"28 -8"20"55                   1,50
  116 Ompu Koli Wora Wera DAS Nggarorato 118"51"25 -8"20"54                   1,00
  117 Kadi Jawa Wora Wera   118"51"37 -8"23"39                   2,00
  118 Runggu Wora Wera DAS Madatula 118"50"37 -8"25"39                          -
  119 Seli Wora Wera DAS Lebelela 118"50"38 -8"25"36                   0,10
  120 Ura Wora Wera DAS Hidirasa 118"55"38 -8"24"36                   0,10
  121 Mpanggo Wora Wera DAS Nangawera 118"53"40 -8"23"34                   0,10
  122 Telaga I Wora Wera   118"50"9 -8"23"7                   0,10
  123 Telaga II Wora Wera DAS Nangawera 118"53"17 -8"20"16                   0,20
  124 Sori Sambi Ntoke Wera DAS Hidirasa 118"54"1 -8"25"30                   0,20
  125 Kaleli Ntoke Wera DAS Hidirasa 118"54"0 -8"25"12                   0,20
  126 La Moru/Lajati Ntoke Ntoke DAS Hidirasa 118"53"51 -8"25"5                   0,10
  127 Sori Ngaci Nunggi Wera DAS Nangawera 118"53"52 -8"20"40                   0,50
  128 Wontu Nungge Wera DAS Hidirasa 118"54"55 -8"23"19                   0,20
  129 Wotu Keli Wera DAS Lebelela 118"47"22 -8"24"45                   0,10
  130 Ina Mene Wera Wera DAS Lebelela 118"46"46 -8"23"47                   0,10
  131 Mpangga Jati Baru Asakota DAS Lebelela 118"47"20 -8"24"40                   0,20
  132 Na'a I Jati Baru Asakota DAS Rontu 118"47"6 -8"24"49                   0,20
  133 Na'a II Jati Baru Asakota DAS Lebelela 118"47"8 -8"24"46                   0,30
  134 Nganco I Pelaparado Monta DAS Palaparado 118"36"17 -8"44"44                   0,30
  135 Nganco II Pelaparado Monta DAS Palaparado 118"36"22 -8"44"5                   0,20
  136 R a e I Paradowane Monta DAS Palaparado 118"35"29 -8"44"57                   0,20
  137 R a e I I Paradowane Monta DAS Nontodue 118"36"38 -8"44"24                   0,20
  138 Feli Mawo Paradowane Monta DAS Palaparado 118"35"29 -8"44"42                   0,10
  139 La Saji Paradowane Monta DAS Palaparado 118"34"29 -8"44"57                   0,10
  140 Lanco Paradowane Monta DAS Palaparado 118"34"0 -8"45"20                   0,20
  141 Mada Masa Kombe Rasanae Timur DAS Rontu 118"45"35 -8"29"50                   0,20
  142 Temba Ongge Kombe Rasanae Timur DAS Rontu 118"45"18 -8"29"12                   0,10
  143 Temba Serinci I Kombe Rasanae Timur DAS Rontu 118"45"25 -8"29"13                   0,10
  144 Temba Serinci II Kombe Rasanae Timur DAS Rontu 118"45"27 -8"29"7                   0,20
  145 Temba Rombo I Kombe Rasanae Timur DAS Rontu 118"45"10 -8"29"10                   0,20
  146 Temba Rombo I Kombe Rasanae Timur DAS Rontu 118"45"9 -8"29"9                   0,20
  147 Oimbo I Kombe Rasanae Timur DAS Rontu 118"46"21 -8"29"25                   0,10
  148 Oimbo II Kombe Rasanae Timur DAS Rontu 118"46"33 -8"29"27                   0,10
  149 Sumber Urip Sumber Urip Bima DAS Penihi 117"55"39 -8"12"54                   7,00
  150 Sumber Rejo Sumber Rejo Bima DAS Walunanga 117"51"38 -8"13"19                   0,10

Bendungan Pela Parado

BENDUNGAN PELAPARADO

 

Lokasi Bendungan Pelaparado terletak di Sungai Parado Desa Pela Kecamatan Monta Kabupaten Bima atau ± 45 km kearah barat daya Kota Raba (Ibukota Kabupaten Bima).

 lokasi pelaperado

Pembangunan Bendungan Pelaparado dimaksudkan untuk mempertahankan swasembada pangan dan menunjang komoditi andalan lainnya di Kabupaten Bima serta menyediakan kebutuhan air baku dengan kapasitas 50 liter/detik, tambak ikan dan udang, pembangkit listrik tenaga microhydro dengan kapasitas 250 KVA dan pengembangan daerah wisata.

 Bendungan pelaparado

MANFAAT DAN FUNGSI

 

Bendungan Pelaparado merupakan bendungan multy guna (multy purpose) dan  dimanfaatkan antara lain:

  1. 1. Irigasi

Bendungan Pelaparado akan mengairi beberapa daerah irigasi dengan total areal 3.895 ha termasuk areal pengembangannya, dengan rincian sbb:

  1. Luas existing = 2.465 ha, terdiri dari:
  • - DI Pelacempaka seluas 528 ha (434 ha kn, 100 ha kr)
  1. - DI Parado seluas 939 ha (444 ha kn, 495 ha kr)
  2. - DI Kalate seluas 991 ha (776 ha kn, 216 ha kr)
  1. Pengembangan baru pada DI Pelaria = 180 ha
  2. Pengembangan Irigasi Keli dan Risa 1.250 ha, terdiri dari:
  • - Existing DI Keli = 600 ha
  • - Existing DI Risa = 395 ha
  • - Pengembangan Parado =255 ha

 DI Pelaperado

  1. 2. Penyediaaan Air Baku

Selain untuk mengairi areal irigasi, Bendungan Pelaparado dimanfaatkan untuk menyediakan air bersih untuk Kecamatan Monta , Woha dan Belo dengan kapasitas diizinkan sebesar 50 liter/detik.

  1. 3. Menunjang Komoditi Andalan di Kecamatan Monta, Woha dan Belo

Sektor andalan yang dapat ditunjang oleh Bendungan Pelaparado berupa peningkatan produksi peternakan, perikananan air tawar dan pariwisata.

  1. 4. Pengendalian Banjir

Dengan dibangunnya Bendungan Pelaparado, dapat berfungsi juga untuk mengendalikan/mereduksi banjir sungai parado sebesar  624 m3/det yaitu dari debit 1.585 m3/det menjadi 961 m3/det pada banjir rencana Q1000 Tahun. Total rata-rata aliran debit yang masuk per tahun (inflow) berkisar 76 juta s/d 80 juta m3/tahun.

 

  1. 5. Penyediaan Energi Listrik

Menyediakan energi listrik berupa pembangkit listrik tenaga mini hydro dengan kapasitas 250 KVA .

  1. 6. Konservasi Alam untuk Kabupaten tingkat II Bima dan Sekitarnya

Kelembaban relatif rata-rata di sekitar waduk berkisar 68,8%, temperature/ suhu udara 27,2%, perkolasi 0,17 mm/hari dan infiltrasi rata – rata 0.83 mm/hari.

  1. 7. Penyediaan air tawar untuk tambak seluas 350 ha

Sisa air irigasi yang terbuang ke sungai dimanfaatkan untuk kebutuhan tambak di Teluk Lewamori komplek seluas 350 ha.

 

DATA TEKNIK BENDUNGAN

  • A. Reservoir (Daerah Genangan)
  1.  

    • Daerah Tangkapan                      :   85.00   km2
    • Daerah Genangan                        :   104.00  ha
  1. Tampungan Maksimum                :   18.00  juta m3
  1. Tampungan Efektif                      :   15.00  juta m3
  1. Tampungan Mati                         :   3.00 juta m3
  1. Elevasi muka air banjir                :   +153.87 meter
  1. Elevasi muka air normal               :   +150.00 meter
  2. Elevasi muka air minimal             :   +130.00 meter
  1. B. Bendungan Utama (Main Dam)
Bendungan utama (Main Dam)                :   1.00  buah
  • Type                                             :   Urugan batu dengan inti tegak
  • Banjir rencana (Q 1000)                  :   961.00  m3/det
  • Debit banjir maksimum                   :   1.585.00  m3/det
  • Tinggi maksimum                          :   61.50  meter
  • Panjang puncak                             :   320.00  meter
  • Lebar puncak                                 :   10.00 meter
  • Elevasi puncak/crest                       :      + 156.00 meter
  • Kemiringan bagian hulu                  :        1 : 2,45
  • Kemiringan bagian hilir                   :       1 : 2,10
  1. C. Pelimpah (Spilway)
  • Type                                            : Ogee tanpa pintu
  • Banjir rencana (Q 1000)                 :  961.00  m3/det
  • Debit banjir maksimum   (PMF)       :  1.585.00  m3/det
  • Elevasi mercu (weir)                       :  + 150.00  meter
  • Elevasi banjir                                 :  +153.87  meter
  • Lebar hulu spillway                         :   60.00  meter
  • Lebar hilir spillway                          :   40.00  meter
  • Panjang pelimpah                           :   480.00 meter
  • Panjang saluran akhir                      :    90.00  meter
  1. D. Terowongan Pengelak
  • Bentuk terowongan                     :   Tapal kuda
  • Diameter                                   :   3.50  meter
  • Panjang                                     :   420.00  meter
  • Debit air maksimum                    :   127.00  m3/det
  • Elevasi lantai inlet                      :    + 107.50
  • Elevasi lantai outlet                    :    + 100.00
  1. E. Bangunan Pengambilan (Intake)
  • Type                                         :  Pengambilan tegak
  • Elevasi dasar                              :  +125.00  meter
  • Elevasi puncak                            :  + 156.00  meter
  • Tinggi tegak                               :  31.00  meter
  • Lebar jembatan pelayanan           :  2,40  meter
  • Panjang  jembatan pelayanan      :  37.50  meter
  • Elevasi pintu pengambilan           :  + 128.00  meter
  • Debit keluar (outflow)                 :  3.50  m3/det
  • Pintu pengambilan irigasi            :  Jet flow Ø 60 cm
  • Pintu darurat                             :  Bonneted 1,40 x 1,40 m
  • Panjang pipa conduit                  :   212.00  m
  • Pengambilan air bersih                :  valve  Ø 0,30 m
  1. F.Jalan masuk dan jalan relokasi
  • Jalan masuk ke bendungan                  :        675.00  meter
  • Jalan masuk ke terowongan                 :        550.00  meter
  • Jalan ke gallery                                  :        650.00 meter
  • Jalan relokasi                                     :     1.500.00  meter
  • Perkerasan dan hotmix jalan  Kabupaten   :     5.000.00  meter
  1. G. Bangunan Pelengkap untuk Operasi dan Pemeliharaan
  • Rumah Jaga                                      :   2 unit
  • Rumah pengaturan pintu inlet              :   1 unit
  • Rumah pengaturan pintu outlet            :   1 unit
  • Rumah Operasi dan Pemeliharaan        :   1 unit
  • Rumah genset dan generatornya          :   1 unit
  • Garasi                                               :   1 unit
  • Rumah speedboat danJetty                 :   1 unit
  • Instrumen House                               :   1 unit

Facebook

Twitter

YouTube

Tentang Kami

Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Nusa Tenggara I

Jalan Ahmad Yani No.1 Gerimax Indah
Narmada Lombok Barat - NTB
Indonesia

Situs Terkait

    

 

    

Gallery Foto Terbaru

show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]