Indonesian English

Kunker dompu 2015

Sebagai rangkaian kunjungan kerjanya di Pulau Sumbawa Kepala BWS Nusa Tenggara I Ir. Asdin Julaidy, MM., MT pada 11 Desember 2015 berkunjung ke Kabupaten Dompudimana pada saat ini sedang dilaksanakan pembangunan Bendungan Rababaka Komplek, yang terdiri dari Pembangunan Bendungan Tanju dan Mila, Feeder dan Saluran interbasin serta Terowongan Mila – Tanju sepanjang 660 M. Pembangunan Rababaka Kompleks sempat terhambat akibat proses ijin penggunaan hutan dari KemeterianKehutanan, dan Alhamdulillah pada tahun ini semua hambatan tersebut sudah bisa teratasi. Akibatnya aktifitas pembangunan baru bisa dilaksanakan sekitar bulan Oktober 2015, berupa pembangunan Bendungan Tanju yang baru mencapai realisasi fisik sebesar 15 %.

Kunker dompu 2015 d

Berdasarkan capaian tersebut Kepala BWS Nusa Tenggara I, memberikan direksi atau arahan kepada kontraktor pelaksana dan pengawas agar “ Dilaksanakan kerja dengan pola shift ( pagi –siang, siang – malam, bahkan malam, otomatis harus disediakan penerangan untuk segera melakukan koordinasi dengan PLN setempat, penambahan volume tenaga kerja, alat dan material, agar BBM dipastikan selalu tersedia dan alat tersebut di isi BBMnya ketika istirahat atau malam, mobilisasi furniture perkantoran dan basecamp. Selain itu kontraktor dan pengawas perlu memperhatikan kearifan lokal dan selalu   memperhatikan sosial kemasyarakatan. Lokasi Bendungan ini dari ibu Kota Kabupaten sekitar 20 km. Pada saat ini sedang dipacu pembangunan Main Dam ( Spillway).

Kunker dompu 2015 a

Dari Bendungan Tanju perjalanan dilanjut ke Bendungan Mila yang berjarak sekitar 35 km dari lokasi. Perjalanan menuju bendungan Mila berliku, menanjak hingga 30 derajat. Suasana hujan menjadikan perjalanan menuju lokasi menguras energi dan memicu Andrenalin bagaimana tidak jalan kelokasi tersebut dengan melewati beberapa sungai yang sedang banjir. Jalan yang baru dirintis tersebut hanya berupa pengerasan dijadikan arus utama bagi penduduk yang berladang di areal hutan dengan menanam jagung, hamparan yang luas sekitar ribuan hektar. Jalan akses tersebut membantu masyarakat untuk mengangkut hasil peertanian maupun perkebunan.

Kunker dompu 2015 c

Setelah melakukan kunjungan ke lokasi Feeder, Salut Inlet dan Terowongan Mila – Tanju sepanjang 660M, dan saluran inter basin, dilanjutkan perjalanan menuju outlet terowongan Mila menuju saluran terbuka Bendungan Tanju. Perjalanan cukup memicu adrenalin karena suasana hujan jalan becek dan berliku, dan air masih meluap dijalan bebatuan ditambah melewati sungai yang sedang banjir. Syukur saja ketika rombongan lewat banjir menurun. PPK Bendungan Mila, I Ketut Karihartha, ST.MT, menjelaskan bahwa ketika membuka jalan tersebut ditemukan kuburan kuno, yang hanya bersusun batu, yang menjadi aneh adalah pada areal tersebut tidak ada permukiman masyarakat jaraknya sekitar 20 kmdari permukiman warga yaitu desa Saneo, perjalana menuju outlet terowongan Mila sekitar 30 km. Pada kesempatan tersebut Pak Ketut Kari panggilan akrab beliau menjelaskan bahwa sekitar tanggal 15 Desember 2015 HANDAK (bahan peledak) terowongan akan tiba yang kawal langsung oleh ahli peledak dari TNI Republik Indonesia.

Kunker dompu 2015 e

Perjalanan terbayar karena semua lokasi pembangunan Rababaka Komplek dapat dikunjungi. Pada kesempatan itu juga Kepala BWS Nusa Tenggara I, memberikan arahan kepada kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas untuk bersinergi dan selalu berada dilapangan agar kesepakatan dan keputusan dapat segera diambil, ditambahkan juga agar mobilisasi alat perlu dilaksanakan meliputi penambahan volumenya dan penambahan tenaga kerja; agar posko pengamanan menuju lokasi terutama pada base tempat bahan peledak benar – benar dipastikan pengamanannya.

Kunker dompu 2015 b

Setelah dari Rababaka komplek perjalanan dilanjutkan menuju lokasi Embung Tambora Timur yang berada di areal Gunung Tambora sekitar 80 km dari Ibu Kota Kabupaten Dompu. Sebagaimana kita ketahui ditempat ini baru saja dilaksanakan perhelatan akbar yaitu Tambora Menyapa Dunia. Sekitar 100 tahun yang lalu gunung ini menyemburkan lava dan abu vulkanik hingga ke daratan eropa. Ditempat ini sudah berdiri pabrik gula berskala nasional, yang didukung dengan hamparan yang subur bekas letusan Gunung Tambora. Pada hamparan tanah tersebut ditanami tebu ribuan hektar, lokasi transmigrasi dan peternakan yang akan memanfaatkan ampas tebu dan daunnya sebagai pakan ternak. Diatas ketinggian sekitar 1.500 km di atas permukaan laut, dibangun dua unit embung dengan memanfaatkan buangan sumber air Hodo dan tentu juga memanen air hujan. Pembangunan Embung ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air untuk pertanian, peternakan dan perkebunan serta air baku untuk masyarakat transmigrasi di daerah Kadindi, Doro Peti dan Pekat. (Humas&Isda)

Guna memastikan realisasi fisik pelaksanaan proyek tahun anggran 2015, Kepala BWS Nusa Tenggara I (Ir. Asdin Julaidy, MM, MT) didampingi paraKepala Satker dan PPK di Pulau Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Baratmelakukan Kunjungan Kerja ke Pulau Sumbawa.Agenda Kegiatan yang dilaksanakan berupa kunjungan ke pembangunan Bendungan, embung, air baku, rehabilitasi jaringan irigasi dan rumah pompa serta peralatannya, dan Sosialisasi Pembangunan Bendungan Bintang Bano.

Mengawali Kunjungannya di Pulau Sumbawa, Kepala BWS Nusa Tenggara I mengunjungi Kabupaten Bima dan Kota Bima (Kamis, 10 Desember 2015). Kepala BWS Nusa Tenggara I beserta rombongan menuju Embung Kolo, di Desa Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima. Embung tersebut berada sekitar 10 Km, kearah utara Kota Bima. Embung tersebut diharapkan mampu menyelesaikan persoalan air baku bagi masyarakat dan kapal – kapal yang berlabuh di pelabuhan Bima. Karena lokasinya yang berada jalur lintas laut dari Bima ke daerah lain Indonesia. Keberadaan juga Embung tersebut mampu memunculkan mata air baru, untuk memenuhi kebutuhan air irigasi serta menunjang pariwisata Kota Bima. Embung dipastikan selesai karena tinggal pengerukan mata air sedalam sekitar 28 M dari tubuh Embung. Sumber air embung ini berasal dari mata air dan pemanenan air hujan.

Foto  kunker bima emb kolo

Dari Embung Kolo rombongan selanjutnya langsung menuju Irigasi Tambak di desa Hodo Kabupaten Bima, guna mengetahui secara langsung kondisi pelaksanaan Pembangunan Revitalisasi Jaringan Tata Air Tambak Garam Sumbawa – Bima. Jarak dari Kota Bima sekitar 30 Km, berada pada jalan lintas Bima – Sumbawa. Pada areal tersebut terdapat areal pembuatan garam ratusan hektar luas. Disamping itu mampu mengatasi banjir pada Ibu Kota Kabupaten Bima yang saat ini sedang melakukan pemindahan dan penataan pusat perkantoran dilokasi yang dimaksud.

Foto  kunker bima PAT Irtam hodo

Ismail atau Ama Mo’I salah seorang petani garam mengungkapkan perasaannya walau pembangunannya belum selesai ”Pak une nifi wara lapa ake, (kayak mimpi rasanya ada saluran ini) sudah lama mau ada seperti ini kita harap. Sekarang tambak kami tidak banjir lagi” Demikian Ama Mo’I dengan dialek Nggahi Mbojo (bahasa Bima) di campur Indonesia.

Foto  kunker bima PAT sila

Rombongan langsung menuju PAT SBP 249 di Desa Kananga Kecamatan Sila Kabupaten Bima. Pada PAT SBP 249 ini dilaksanakan rehabilitasi dan penggantian serta pemeliharaan Mesin. Keberadaan Rumah pompa ini diharapkan mampu membantu petani dimusim kemarau untuk mengairi lahannya yang mengandalkan air hujan atau lahan tadah hujan seluas sekitar 10 Ha.

Foto  kunker bima Ncoha

Kunjungan Kerja Kepala BWS Nusa Tenggara I di Bima diakhiri di Embung Ncoha, Kecamatan Sila Kabupaten Bima. Embung ini dibangun tahun 2010 mengairi areal sawah sekitar 300 Ha dan untuk memnuhi kebutuhan air baku penduduk sekitar.(Humas& Isda)

LOMBA POSTER-1

Dalam rangka Hari Bhakti Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat ke-70, Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh BWS NT I adalah Lomba Poster Tingkat SMP/Sederajat se-Pulau Lombok dengan tema IWRM (Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu). Kegiatan yang memperebutkan total hadiah 10 juta rupiah tersebut berlangsung pada tanggal 29 November 2015 di Aula Irigasi Jl. Airlangga No. 40 Mataram.

Kegiatan itu mendapat respon yang tinggi dari peserta. Antusiasme tersebut terbukti dengan bertambahnya jumlah peserta pada hari “H” pelaksanaan yang mencapai 110 orang peserta yang tersebar di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.

LOMBA POSTER-2

Sebelum lomba, pihak panitia memberikan wawasan baru tentang pengelolaan Sumber Daya Air, sedangkan setelah lomba, para pemenang diwawancara terkait pemahamannya terhadap judul karya yang dibuat yang disaksikan oleh seluruh peserta.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini terjadi perubahan pola pikir yang kemudian memberikan teladan kepada teman-teman, adik, kakak, orang tua serta orang-orang disekitarnya tentang kepedulian terhadap kelestarian air dan pengelolaan sumber daya air secara terpadu terutama pada aspek : (1)Konservasi Sumber Daya Air; (2) Pendayagunaan Sumber Daya Air; (3)Pengendalian Daya Rusak Air.

LOMBA POSTER-3

Pada Lomba tersebut pemenang Lomba adalah : Juara Tegar Jati HF (SMPN 7 Mataram), Peringkat II Tara Sabila Azka (MTs Putri NW Narmada), Peringkat III Yeshita Alifia Y (SMPN 2 Mataram), Harapan I Krisabella Dosreis (SMPN 15 Mataram), Harapan II Risa Septia Karisma (MTs Putri NW Narmada), Harapan III Tinezia Eki Safela (SMPK ST ANTONIUS Mataram), Favorit I Hanif Kusuma Sasmita (SMPN 1 Gerung), Favorit II Aldy Guna Dharma (SMPN 1 Narmada), Favorit III Alfira Yulistiara (SMPN 6 Mataram).

 

LOMBA POSTER-4

 

 

LOMBA POSTER-5

 

LOMBA POSTER-6

(Humas &Isda)

 

 

 

 

 

Reformasi Birokrasi di Indonesia intinya adalah melakukan perubahan tata laksana pembangunan menuju pemerintahan yang baik (good governance). Pemerintahan yang baik ditandai antara lain dengan tingginya tingkat kinerja, adanya akuntabilitas publik, transparansi, efisiensi, efektivitas dll.

workshop anggaran a

Dengan diterbitkannya paket Undang-Undang di bidang Keuangan Negara (UU No 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU No 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan UU No 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara) terdapat perubahan Orientasi dalam menjalankan Pemerintahan yaitu Pemerintahan dijalankan berorientasi pada hasil (result Oriented Goverment), bukan pada input (lebih spesifik anggaran) Program dan kegiatan pemerintahan harus mengacu pada hasil yang akan dicapai untuk itu harus disusun anggaran yang dibutuhkan.

workshop anggaran b

Sebagai wujud implementasi dari UU No 17 tahun 2003 tentang Kuangan Negara, Pemerintah telah menetapkan PP No 21 tahun 2004 tentang penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara yang mengamanatkan bahwa dalam menyusun anggaran Kementerian Negara/Lembaga digunakan 3 pendekatan penganggaran yaitu : (1) Penyatuan anggaran rutin dan pembangun dalam format I-account (unified budget);(2) Pendekatan penyusunan pngeluaran jangka menengah-KPJM;(3) Pendekatan penyusunan penganggaran berbasis kinerja.

Pembaharuan sistem penganggaran ini diharapkan dapat mewujudkan pelaksanaan anggaran yang lebih efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

workshop anggaran c

Terkait dengan hal tersebut agar Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia yang dapat memenuhi kwalitas yang diharapkan serta dapat memenuhi fungsi yang efisien dan efektif dalam bidang Pengelolaan Anggaran, bertempat di Hotel Puri Indah Mataram, pada tanggal 24 - 26 Nopember 2015 dilaksanakan Workshop Penyusunan Program dan Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Anggaran di lingkungan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I.

 

Maksud dan tujuan pelaksanaan Workshop tersebut adalah : untuk Meningkatkan Pemahaman Pengetahuan dan ketrampilan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya para pengolah anggaran/peñata keuangan/petugas e-mon/UAKPA/UAKPB lingkup BWS Nusa Tenggara I,  dalam hal   Pengelolaan Anggaran; pengetahuan tentang peraturan-peraturan Keuangan Negara dan  penyusunan usulan  anggaran.

Workshop tersebut didikuti oleh 35 (Tiga puluh lima) orang pegawai di lingkungan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I.

 

Adapun Materi/pokok bahasan atau isue – isue yang akan disampaikan dalam workshop ini meliputi : (1) Peraturan-peraturan yang terkait dengan Anggaran/Keuangan Negara; (2) Pengenalan tentang SAIBA; (3) Tata cara Revisi;( 4)Pendalaman tentang LAKIP; (5)Tata cara Penyusunan RKAKL/DIPA; (6) ADIK. (Humas&Isda)

Halaman 1 dari 29

Facebook

Twitter

YouTube

Tentang Kami

Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Nusa Tenggara I

Jalan Ahmad Yani No.1 Gerimax Indah
Narmada Lombok Barat - NTB
Indonesia

Situs Terkait

    

 

    

Gallery Foto Terbaru

show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]