Indonesian English

Kunjungan Menteri PUPR KSB 1

Kunjungan Kerja Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, DR.Ir.H.M.Basuki Hadimuljono,M.Sc, ke Kabupaten Sumbawa Barat, 19 Nopember 2017. Pada kesempatan tersebut beliau beserta rombongan mengunjungi PLTU Labuan Lalar, Lebo Taliwang, Bendungan Bintang Bano Dalam perjalanan juga menyaksikan pembangunan perkuatan tebing di Sungai Brang Rea. 

Kunjungan Menteri PUPR KSB 2

Kunjungan Menteri PUPR KSB 3

Kendati hujan lebat mengguyur Kabupaten Sumbawa Barat beliau menyempatkan diri menyaksikan Karapan Kebo dalam rangka HUT Kabupaten Sumbawa Barat. Kunjungan tersebut di dampingi antara lainDirjen SDA,Ir.Imam Santoso,M.Sc.Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, Ir.Asdin Julaidy,MM.MT.

Rapat Harbak PU 2017

Rapat Persiapan Hari Bhakti PU tahun 2017 dilangsungkan di Aula Pengga Dinas PUPR Prov.NTB pada tanggal 14 Nopember 2017. Rapat diawali dengan Pengarahan Dewan Pembina Kadis PUPR Prov. NTB : Ir. Wedha Magma Ardhi, MTP dan selanjutnya didaulatkan Kepala BWS Nusa Tenggara I, Ir.Asdin Julaidy,MM.MT sebagai Ketua Umum. Pada kesempatan tersebut di sepakati untuk Opening Ceremony pada tanggal 30 Nopember 2017. Ada yang menarik dari Hari Bhakti PU tahun ini diantaranya ada Temu Kangen Orang PU ( Aktif dengan Purna), Do'a dan Zikir serta dilanjutkan dengan Penghijaun Nasional (GNKPA) di Green Belt Bendungan Batujai Lombok Tengah dan Bendungan Batu Bulan di Sumbawa. Serta rangkaian kegiatan lainnya : Donor Darah, Olahraga dan Hiburan. 

 

Karena hari Bhakti PU jatuh pada hari Minggu, 3 Desember 2017 maka pelaksanaan puncak peringatan Hari Bhakti PU diundur  menjadi Hari Senin, 4 Desember 2017. Melengkapi kepanitian :

- Ketua I, Hj.Nikmatullah,ST.MT BPJN Wil.X Mataram,

- Ketua II H.Syahdan,ST.MT. Bidang Bina Marga,

- Ketua III : H.R.Sarwono Rahmat,ST.MT,

- Bendahara Koordinator : H.Abdul Hafidz,ST.M.Sc.Sp-PSDA,

- Sekretariat Koordinator. H.Yayan Supriatna,ST.MM,

- Seksi Opening Ceremony Koordinator : Ir. Ashari,

- Seksi Upacara Koordinator. : Ahlul Wakti,ST.MT,

- Seksi Bhakti Sosial, Ir.Masnun Hasbullah,Sp1 MM,

- Seksi Hiburan Koor.Ir. M.Hidayat,ST,

- Seksi Konsumsi : Farida Rahmi,ST.MT,

- Seksi HUMAS Koor : Ni.Nym. Yuli Suryani,ST.MT,

- Seksi Perlengkapan Koord. H.Al Imran, ST.MT,

- Seksi Olaraga Koord : Jamalludin, S,Sos,MT dan

- Seksi Keamanan Koord Sigar Litualy. 

Pada Acara Puncak Senin, 4 Desember 2017 Karyawan Karyawati diwajibkan mengenakan seragam KORPRI lengkap, Struktural, Satker dan PPK . Hadir juga pada pertemuan tersebut Dewan Pembiana : Ir. I Gusti Bagus Sugihartha, MT,Ir. H. Lalu Imam Hambali,Ir. H. Akhmad Makchul, M.Si,.Mari Bekerja Sama

DAK 1

Direktur Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyampaikan bahwa : Pertemuan kali ini dimaksudkan dalam upaya koordinasi dan sinergi penyelenggaraan kegiatan DAK Infrastruktur Bidang Irigasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam kemitraan pengelolaan SDA untuk mendukung Prioritas Nasional Bidang Ketahanan Pangan, dengan cara mempertahankan tingkat layanan, mengoptimalkan fungsi, dan membangun prasarana sistem irigasi yang menjadi kewenangan Provinsi/Kabupaten/Kota khususnya pada daerah lumbung pangan nasional : 18 (delapan belas) Provinsi daerah penghasil padi tertinggi Nasional dan 153 (seratus lima puluh tiga) Kabupaten/Kota sentra produksi beras dengan produksi padi diatas rata-rata produksi padi Kabupaten/Kota se-Indonesia.

DAK 2

Program ketahanan pangan dengan peningkatan produksi beras merupakan tantangan besar bagi kita semua untuk mewujudkannya. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya terobosan dari kita semua untuk mencapai target rehabilitasi jaringan irigasi 3 juta Ha dan pembangunan irigasi baru 1 juta Ha. Dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017, jaringan irigasi yang sudah direhabilitasi melalui dana DAK mencapai 1,44 juta Ha dan Peningkatan jaringan irigasi mencapai 858 ribu Ha. Jika kita asumsikan peningkatan jaringan irigasi tersebut adalah peningkatan kondisi jaringan, yang kegiatannya serupa dengan rehabilitasi, maka total rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah didanai oleh DAK mencapai ± 2,3 juta Ha, yang artinya sudah hampir memenuhi target 3 juta Ha. Untuk pembangunan jaringan irigasi baru dari target 1 juta Ha, baru terbangun 23 ribu Ha saja. Dari tahun 2015 – 2017 pemerintah pusat telah mengeluarkan dana sekitar 13,73 triliyun rupiah untuk kegiatan peningkatan jaringan irigasi dan rehabilitasi jaringan irigasi yang didanai DAK Bidang Irigasi. Namun kondisi jaringan irigasi masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Berdasarkan data dari e-monitoring, untuk kewenangan Kab/Kota, kondisi jaringan irigasi yang rusak sedang dan rusak berat pada tahun 2016 mencapai 35,58% sedangkan tahun 2017 mencapai 35,31% (turun sebesar 0,27%). Untuk kewenangan Provinsi, kondisi jaringan irigasi yang rusak sedang dan rusak berat pada tahun 2016 mencapai 34,05% sedangkan tahun 2017 mencapai 30,82% (turun sebesar 3,23%). Akan tetapi, data tersebut perlu dicek kembali apakah sudah sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Untuk mengetahui kondisi dari jaringan irigasi, perlu dilakukan penilaian kinerja sistem irigasi oleh pemerintah daerah sesuai amanat didalam Permen PUPR No. 30 Tahun 2015 tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi agar kegiatan rehabilitasi dapat lebih tepat sasaran. Dengan adanya penilaian kinerja ini, maka akan didapat data tentang kinerja sistem irigasi setiap daerah irigasi kewenangan Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota yang selanjutnya berguna untuk menyusun program tindak lanjut, apakah daerah irigasi tersebut perlu dilakukan rehabilitasi ataukah hanya perlu dilakukan pemeliharaan. Jika kondisi jaringan irigasinya masih baik, maka diharapkan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk mengalokasikan dana Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi yang memadai agar pelayanan irigasi kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik. Yang disampaikan oleh Direktur Bina Operasi : Ir. Agung Djuhartono,CES. dibagian akhir sambutan beliau menggubah rasa senasib dan sepenanggungan dan tanggung jawa secara vertikal maupun horizontal. Hal ini diutamakan kepada kaum muda untuk lebih bersemangat dan memiliki inovasi sesuai dengan perkembangan teknologi sehingga menyongsong era yang akan datang. 

DAK 3

Sementara itu Kepala BWS Nusa Tenggara I, Ir. Asdin Julaidy,MM.MT dalam sambutan Selamat Datangnya mengatakan bahwa pengelolaan pengairan di NTB yaitu dengan Sistem Interkoneksi dan Suplesi dari daerah basah ke daerah kering (HLD = High Level Diversion) maksudnya pada ketinggian tertentu air dibentung diarahkan ke daerah yang deficit air/kering. Karena sumber air untuk Pulau Lombok di Danau Segara Anak Gunung Rinjani maka air dari Sesaot dan Sungai Babak dipertemukan di Terminal Jurang Sate untuk diarah ke Lombok Barat dan Lombok Tengah dengan nama Jaringan Irigasi Jurang Sate Hilir/Hulu - Batujai. Untuk menampung air ini dan beberapa anak sungai dibuatlah Bendungan Batujai pada tahun 1977. Karena tema kita di NTB pada saat itu Tiada Setitik Air Ke Laut maka untuk menampung limpahan Batujai dibuatlah Bendungan Pengga. Dengan Jaringan Irigasi Pengga – Gebong air diputar agar tidak ke laut. Karena NTB curah hujannya minim sehingga diperbanyak tampungan air berupa embung dan bendungan. Sehingga NTB ini terkenal dengan pulau kecil dengan ribuan embung dan di Lombok ada 3 bendungan : Batujai 1977, Pengga 1991 dan Pandunduri 2011. Dan di Pulau Sumbawa ada 6 Bendungan Mamak 1990, Tiu Kulit 1991, Gapit 1996, Batu Bulan 1997, Sumi 1996 dan Pelaparado 1999. Sehingga wajarlah NTB menyandang predikat sebagai salah satu Provinsi Stok Pangan Nasional khususnya wilayah Timur karena Kinerja Jaringan Irigasi di NTB cukup maksimal dengan kondisi memadai kendatipun butuh peningkatan/rehabilitasi melalui DAK. Dan tidak berlebihan panitia memilih NTB sebagai tempat pelaksanaan Konsultasi Program DAK Infrastruktur Bidang Irigasi. Pada TA 2017 NTB mendapat DAK sebesar Rp.95.563.389 atau Total 1.024.665.877 terdiri dari Bidang Jalan. 799.968.000, Bidang Air Minum 40.801.000, dan Bidang Sanitasi : 31.906.000 dan Perumahan : 56.427.488, semoga TA 2018 bertambah dan meningkat. Dan saat ini sedang dilakukan pembangunan Bendungan Rababaka di Kabupaten Dompu dan Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat. Kedepan ada potensi di Bendungan Rababaka untuk dikembang olahraga Arum Jeram karena ada keunikan yaitu terowongan sepanjang 800 meter dan alam sekitar. Disamping itu NTB memiliki keunggulan lain seperti pesona alam laut maupun flora dan faunanya sehingga ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata dengan label The Best Halal Tourism Destination dan Best Honeymoon Destination. Dan Alhamdulillah dihari pahlawan tahun ini salah seorang Tokoh Kharismatik Tuan Guru Haji Maulana Syech Muhammad Zainuddin Abdul Majid dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Kami berharap kepada para peserta Konsultasi hingga Sosialisasi DAK yang berakhir pada tanggal 17 Nopember 2017 untuk mengunjungi beberapa objek antara lain 3 Gili (Trawangan, Meno dan Air), Otak Kokok dan Taman Narmada serta menikmati kuliner ayam taliwang, plecing kangkung dan tahu tentu jangan lupa dengan keluarga dirumah dengan membawakan oleh – oleh baik kerajinan tenun maupun hasil olahan dari rumput laut. Dalam pelaksanaan Dana Alokasi Khusus bidang Irigasi Wilayah Timur khususnya NTB ini, saya berharap agar dapat mengikuti prinsip pengelolaan Dana Alokasi Khusus antara lain :

 

• Efisien, dalam arti bahwa pelaksanaan dana alokasi khusus harus dapat diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan ; 

• Efektif, dalam arti bahwa pelaksanaan DAK harus sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan dan ditetapkan, sehingga diharapkan akan dapat memberi manfaat yang sebesar besarnya sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan ; 

• Transparan, yang berarti bahwa pelaksanaan DAK ini harus menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan masyarakat dapat mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai pengelolaan Dana Alokasi Khusus ; 

• Akuntabel, yang mengandung arti bahwa pelaksanaan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan baik secara fisik maupun secara administratif ;

• Manfaat, yang berarti bahwa pelaksanaan program / kegiatan ini yang sejalan dengan prioritas nasional yang menjadi urusan daerah dalam kerangka pelaksanaan desentralisasi dan secara riil dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat. 


Kegiatan dilaksanakan di Mataram pada tanggal 14 Nopember 2017 diikuti oleh Dinas PUPR Kota/Kabupaten dan Provinsi se Indonesia Timur : Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua sebanyak 153 Kabupaten/Kota atau sekitar 1.200 peserta dan akan berlangsung dari tanggal 14 – 15 Nopember 2017. 

Sosialisasi monev 1

Selasa 31 Oktober 2017, Kegiatan Sosialisasi MONEV Kekeringan Dan Banjir diawali oleh sambutan dari Ketua Panitia Zulkaedah ST.MT. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kegiatan Sosialisasi ini adalah agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan dengan maksud agar mengantisipasi kekeringan dan banjir yang akan terjadi. 

Sosialisasi monev 2

Turunnya hujan lebih awal pada tahun ini dikarenakan cuaca ekstrim akibat anomaly atau perubahan suhu muka laut yang berdampak kepada terjadinya hujan. Sosialisasi ini diikuti oleh pengamat sepulau Lombok. Sementara itu Kepala BWS Nusa Tenggara I yang di Wakili oleh Kasi OP, L.Erwin Rusdianta,ST.M.Tech mengatakan bahwa NTB adalah salah Provinsi yang memiliki Kawasan Rawan Bencana Banjir, Longsor dan kekeringan.Dengan meningkatnya frekuensi kejadian banjir pada tahun terakhir, diharuskan  adanya antisipasi yaitu dengan mengurangi dan menimalisir dampaknya, demikian juga dengan pelanggaran pola tanam. 

Semoga diakhir tahun ini dapat dilakukan impounding Rababaka Kompleks yang tentunya akan memiliki dampak signifikan terhadap kekeringan di Kabupaten Dompu demikian juga Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat. Selain untuk mengatasi kekeringan bias juga berguna untuk air irigasi sehigga sector pertanian dapat teratasi.

Tim Juri Pengga 1

Selasa 23 Oktober 2017, Dewan Juri Pemilihan Petugas OP Bendungan Teladan Tingkat Nasional yang di dampingi Kepala BWS Nusa Tenggara I tiba di Bendungan Pengga sekitar pukul 14.15 Wita. Disambut oleh Kasatker OP. L.Rahmanadi dan para PPK 1 dan 2 . Supardi dan Suhardi serta Kasi OP.. L.Erwin Rusdianto. 

Tim Juri Pengga 2

Sementara itu Kepala BWS Nusa Tenggara I dalam sambutannya menjelaskan bahwa Bendungan Pennga terletak di Desa Plambok kecamatan Praya Barat Daya Kab. Lombok Tengah. Bendungan Pengga yang dibangun pada tanggal 16 Juni 1991 dan diresmikan pada tanggal 16 Oktober 1994 mendapatkan supplesi air dari Bendungan Batujai, salah satu solusi untuk ketahanan air dan ketahanan pangan. Karena NTB merupakan termasuk salah satu daerah penyedia pangan nasional. 

Tim Juri Bintang Bano 1

 

Tanggal 24 Oktober 2017, Rombongan tiba di Basecamp Bendungan Bintang Bano sekitar pukul 09.00 Wita. Bendungan Bintang Bano diawal pelaksanaannya sempat terhenti selama dua tahun atas permintaan Kabupaten Sumbawa Besar. Disamping ituBendungan Bintang Bano mempunyai manfaat langsung menyuplai air irigasi 6.695 Ha, intensifikasi 2.493 Ha dan 4.202 Ha. Sekitar pukul 11.15 Wita Rombongan kembali melanjutkan perjalanan.

Tim Juri Bintang Bano 2

Tim Juri Tiu Kulit 1

Tim Juri Tiu Kulit 2

Selasa 24 Oktober 2017, Kami dan rombongan Dewan Juri tiba di Bendungan Tiu Kulit sekitar pukul 17.50 WITA dan disambut oleh Camat Maronge Bapak Lukman. S.Sos yang mewakili Bupati, serta diiringi tarian Rabintir dari Daerah setempat.

Tim Juri Tanju Mila 1

Tanggal 25 Oktober 2017, Sekitar pukul 09.30 WITA, Rombongan sampai di Aula Basecamp Bendungan Tanju Mila dan disambut oleh Kasatker Bendungan H.Abdul Hafidz, PPK Tanju Mila H. Japarrussidik, Ketut Kariharta dan PPK Perencanaan Bendungan Ismaun.. Turut mendampingi Kasatket OP .L. Rahmanadi dan Para PPK OP Supardi,Suhardi dan H.M.Najib.

Tim Juri Tanju Mila 2

Kepala BWS Nusa Tenggara I mengatakan bahwa impounding untuk bendungan Tanju Mila akan dilaksanakan  pada akhir 2017.Sekitar pukul 12.45 kami beserta rombongan meninggalkan lokasi dan seterusnya menuju Kota Bima.

Tim Juri Pelaparado 1

Sesampainya di Bendungan Pelaparado, rombongan Dewan Juri disambut tetabuhan SILU RA GENDA musik tradisional Mbojo. Alunan Sarune mendayu - dayu disertai Para Sampela (gadis) dengan lemah gemulai menabur beras kuning (Tari Wura Mbongi Monca) sebagai ucapan selamat datang. Sementara itu Kepala BWS Nusa Tenggara I memperkuat komitmennya terhadap Operasi dan Pemeliharaan (OP) infrastruktur Pengairan.

Tim Juri Pelaparado 2

Sementara itu salah seorang Dewan Juri menyampaikan bahwa Dewan Juri sangat bangga dengan Daerah NTB, karena NTB memilki keunikan perpaduan Tehnologi dengan kearifan lokal. Begitu juga dengan potensi alamnya Lombok dengan hasil Pertanian mampu meningkat kesejahteraannya demikian juga Pulau Sumbawa.

Tim Juri Pelaparado 3

Acara dilanjut proses verifikasi terhadap peserta lomba. Alhamdulillah seluruh rangkaian acara Pemilihan UPB dan Petugas OP telah selesai. Kita Berharap  agar para nominator dari BWS Nusa Tenggara I menjadi yang terbaik.

Launching WTC 1

Launching Operasional Alokasi Air Sungai Babak BWS Nusa Tenggara I ini diikuti sebanyak 90 orang peserta dari BWS / BBWS dan Dinas PUPR seluruh Indonesia. Acara ini dilaksanakan pada Senin, 6 Nopember 2017 di Ruang Water Trip Control (Alokasi Air) Karang Jangkong Mataram, NTB. 

Launching WTC 2

Acara tersebut diresmikan oleh Direktur Bina Penataan Sumber Daya Air Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Ir Agus Suprapto K, M.Eng., Phd. Pada sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Inovasi Teknologi Alokasi Air seperti yang dilakukan oleh BWS Nusa Tenggara I, perlu kita tiru dan kembangkan. Dengan teknologi Real Time terhadap alokasi air akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada petani, sehingga kita mampu mengetahui air yang tersedia dan dibutuhkan. Tentunya kegiatan tersebut butuh komitmen terhadap sumber daya dan sumber dana, dan apa yang dilakukan BWS Nusa Tenggara perlu kita kembangkan sebagai sebuah motivasi. Harapan saya kepada seluruh peserta yang hadir pada acara launching ini dapat secara detail mendiskusikan dari persiapan hingga pelaksanaan yang tentunya dengan memperhatikan hambatan atau kendala diantaranya; minimnya tenaga pemodel, kompleksitas jaringan riil, kewenangan operator dan pengamat, dll.

Launching WTC 3

Sementara itu, Kepala BWS Nusa Tenggara I, kembali menegaskan bahwa sebaik apapun perencanaan yang kita lakukan apabila tidak ada komitmen dan sumber daya yang tersedia dari pimpinan, maka rencana tersebut tidak akan terwujud. BWS Nusa Tenggara I sangat peduli dengan operasi dan pemeliharaan serta alokasi air. Dengan adanya kegiatan alokasi air akan terwujud keadilan dan pemerataan perolehan kebutuhan air. Adil bukan berarti harus sama rata. Adil yang dimaksud adalah untuk mewujudkan sesuai kebutuhan dari daerah basah ke daerah kering. 

Di sisi lain Kepala Unit Alokasi Air dan Hidrologi mengatakan bahwa modal utama untuk membangun sistem adalah model dan sumber daya. Setelah dilakukan pemaparan, dilanjutkan dengan penekanan tombol oleh Direktur Bina Penataan Sember Air dan dilakukan simulasi dengan Operator Bendungan Jangkok, Bendungan Jurang Sate, Bendungan Keru dari Gedung Water Traffic Center menerima laporan dari para operator dan pengamat, kemudian operator di Ruang Water Trip Control mengolah data dan menginstruksikan untuk membuka pintu sesuai dengan hasil perolehan data, lalu secara online diperlihatkan cara kerja operator/pengamat di lapangan. Turut mendampingi kepala BWS Nusa Tenggara I, Kepala Seksi OP L. Erwin Rusdianto, ST., M.Tec., Kasatker OP L. Rahmanadi, ST., MM., PPK OP.1 Supardi, ST. dan PPK OP 2 Suhardi, ST.

Halaman 1 dari 21

Facebook

Twitter

YouTube

Tentang Kami

Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Nusa Tenggara I

Jalan Ahmad Yani No.1 Gerimax Indah
Narmada Lombok Barat - NTB
Indonesia

Situs Terkait

    

 

    

Gallery Foto Terbaru

show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
show
Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]